RAGAM DAERAH–“Ngobrol Anti Korupsi” (Ngopi) barusaja berlangsung yang diselenggaran di Gedung Bupati Lantai 2, Selasa 6 Mei 2025. Semua elemen masyarakat hadir pada kesempatan tersebut yang digagas Pemda Bandung Barat menindak lanjuti Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tokoh Pemekaran Bandung Barat, Jajang Solihin, program Ngopi merupakan implementasi janji politik Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail yang diamanatkan Kaka Iparnya selaku Stafsus Presiden, Raffi Ahmad, jika Jeje tidak akan korupsi jika terpilih menjadi Bupati Bandung Barat. “Pak Wakil Bupati Asep Ismail diamanatkan oleh para ulama agar bisa betul-betul bisa membenahi Bandung Barat juga membenahi mental pejabat agar tidak korupsi,” kata Jasol–sapaan akrabnya, Selasa 6 Mei 2024.
Jasol mengapresiasi dengan kegiatan itu yang merupakan sebuah langkah yang cukup bagus ke depan untuk Bandung Barat, agar tidak terulang kembali kasus korupsi di Bandung Barat yang menjerat pejabatnya. “Namun ada suatu ke khawatiran dalam benak saya dalam bulan ini akan dilaksanakan perubahan anggaran dan biasanya ada tarik ulur antara eksekutif dan legislatif,” kata Jasol
Tarik ulur di sini, sebut Jasol biasanya adanya indikasi negoisasi dalam penggunaan anggaran baik eksekutif dengan kegiatannya dan legislatif dengan pokirnya. “Kami khawatir adanya tarik ulur negoisasi saling tahu sama tahu antara eksekutif dan legislatif apakah itu penambahan anggaran pokir atau penambahan anggaran lainnya,” katanya.
Menurut Jasol, masalah itu perlu diantisiapasi dan diwaspadai jangan sampai terjadi di Bandung Barat. “Apalagi adanya desas desus ada pengganti cost politik bekas pilkada dan yang merupakan bukan anggaran kecil ,” tuturnya.
Pihaknya meminta kepada Sekda selaku Ketua TAPD untuk meneliti dan mengkaji setiap anggaran yang akan dikeluarkan dan yang masuk. “Jadi saya mohon kepada Pak Sekda Ade Zakir untuk betul-betul mengawasi baik proses pembahasan anggaran maupun pencairan penggunaan anggaran,” ungkapnya.
Apabila permasalahan muncul, sebut Jasol, yang kali pertama harus mempertanggung jawabkan adalah Ketua TPAD. “Karena di sana ada tanda tangan ketua TAPD. Jadi saya mohon untuk diperhatikan sebaik baiknya komitment anggaran pokir,dan kalau memang ada yang mengaku untuk anggran cost politik sebaiknya Pak Sekda mengkompirmasikan ke bupati supaya tidak di salahkan di kemudian hari” ungkapnya seraya berujar “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Jeje dan Pak Asep Ismail yang telah melaksanakan kegiatan ngopi agar Bandung Barat terbebas dari korupsi ke depannya,” pungkasnya. ***

