Nasdem KBB Sedang Tidak Baik-baik Saja, Wajar Lima Dewan Pilih Absen di Acara Dikpol

RAGAM DAERAH–Partai Nasdem Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah gonjang ganjing. Gara-garanya tak masuk akal. Fraksi Nasdem DPRD KBB tak hadiri Pendidikan Politik (Dikpol) Partai NasDem Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang digelar Sabtu, 3 Mei 2025 di Gedung HBS Cimareme, harus terkana sanksi. Memang acara itu dihadiri ratusan kader dan sayap partai. “Kenapa para anggota dewan tidak hadir? Kabarnya akan ada akuisisi kepengurusan yang baru oleh DPW Partai Nasdem Jawa Barat,” ujar Politisi Senior Partai Nasdem, Asep Suhardi, Minggu 4 Mei 2025.

Informasi terkini, kepengurusan baru DPD Partai Nasdem KBB tengah disusun. “Kepengurusan yang lama merasa akan ada pergantian jadi kurang wibawanya kalau hadir. Bahkan pandangan DPW Partai Nasdem, pengurus di KBB dianggap sudah tidak ada,” ungkapnya.

Ado–sapan akrab Asep Suhardi menyebutkan, akan adanya pergantian pengurus baru, DPW Nasdem mengeluarkan surat instruksi untuk tidak mencairkan bantuan keuangan (bankeu) parpol di Kesbangpol KBB. “Saya punya buktinya dan anggapan saya dengan begitu kepengurusan sekarang sudah tidak diakui keberadaannya,” tuturnya.

Ado memaklumi ketidak hadiran Fraksi Nasdem dalam acara tersebut lantaran akan ada akuisisi pergantian pengurus oleh DPW Partai Nasdem. “Biasa lah kalau Dewan Nasdem tidak hadir dalam acara tersebut karena di internal Nasdem KBB sendiri sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Menurut Ado, Nasdem sangat mudah membaca kenapa alasan lima anggota dewan tidak hadir. “Secara formal juga, pengurus inti DPW Nasdem Jawa Barat siapa yang hadir?Kan biasanya pemateri Dikpol dari DPW. Jadi bukan hal yang perlu dipertanyakan kalau anggota DPRD semua tidak hadir, artinya ada kekompakan dengan pengurus DPW tidak ikut hadir juga,” kata Ado.

Kendati begitu, Ado menyarankan kepada DPW Nasdem Jawa Barat untuk segera mengeluarkan SK pergantian pengurus. “Siapa pun pengurusnya segerakan SK kepengurusan yang baru keluarkan demi kewibawaan partai. Mudah-mudahan sumbangsih kami membesarkan partai Nasdem di KBB menjadi ladang amal ibadah” ungkap Ado.

Tapi perlu diingat, kata Ado, adanya perjuangan pengurus lama, bagaimana membangun Partai Nasdem KBB yang tadinya hanya dua kursi naik menjadi empat kursi, dan Pileg 2024 lalu menjadi lima kursi. “Itu semua tanpa bantuan anggaran dari DPW Nasdem Jawa Barat loh. Hasil lima kursi itu merupakan kerja keras para caleg berjuang baik secara materil maupun pemikiran bagaimana caranya bisa mendongkrak suara Nasdem. Mudah-mudahan kepengurusan baru yang nama-namanya sudah bergulir bisa lebih baik, memajukan KBB sesuai cita-citanya bukan kepantingan partai saja, tapi kepentingan masyarakat Bandung Barat yang perlu diutamakan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *