RAGAM DAERAH– Kabupaten Bandung Barat (KBB) darurat banjir. Sejumlah wilayah di kepung banjir akibat hujan deras yang mengguyur sekitar pukul 14.00, Sabtu 15 Maret 2025.
Banjir menerjang under pass Padalarang menuju pintu masuk Pemda Bandung Barat. Under pass dan pemukiman warga sekitar hingga terendam banjir.
Tak hanya di situ, banjir juga menerjang Kampung Patrol, Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Namun banjir yang paling parah adalah melanda Kampung Gahamulya RT 01 RW 14 Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
Dalam upaya memberikan bantuan dan dukungan maksimal kepada warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bertindak cepat.
Genangan air banjir dari Sungai Cimeta, dengan arus yang kuat, telah merendam pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 40-70 centimeter, mempengaruhi wilayah pemukiman di RW 13, RW 03, dan RW 14.
Kantor Desa Nyalindung telah melakukan pemetaan kerusakan yang melibatkan pemukiman warga, fasilitas umum seperti jembatan, dan bahkan SDN Nyalindung.
Sebanyak 15 rumah rusak parah, tersebar di 3 RW, dengan rata-rata tembok yang jebol akibat air serta membawa sampah dan lumpur.
Dampaknya, 50 keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, terutama yang rumahnya berdiri dekat sungai Cimeta.
Salah satu jembatan yang terputus terletak di Kampung Guha Mulai RT 02 RW 14 akibat tergerusnya arus sungai.
“Data sementara kurang lebih ada 50 kepala keluaga ditambah 200 jiwa mengungsi,” ujar Kepala BPBD KBB, Medi dihubungi. Medi memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail ikut melakukan pemantaun banjir yang melanda Desa Margajaya bersama Camat Ngamprah, Agnes Virganty serta Camat Padalarang Agus Ahmad Setiawan ikut melakukan pemantauan banjir di wilayahnya serta evakuasi warga yang terdampak banjir. ***

