RAGAM DAERAH –Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Bandung Barat Nurul Rasyihan mengatakan jumlah positif HIV AIDS di Kabupaten Bandung Barat mencapai 139 orang dan jumlah test HIV 20.024 orang selama periode Januari-Oktober 2022.
“Ibu hamil 12 kasus, Pasien TB 4 kasus, pasien IMS 4 kasus, Lelaki Suka Lelaki (LSL) 51 kasus, Waria 2 kasus, serta lain-lainya ada 66 kasus,” katanya.
Nurul juga mengatakan, saat ini test untuk test HIV masih menjadi hal yang menakutkan bagi masyarakat, padahal menurutnya bila tidak berperilaku beresiko tidak perlu untuk takut.
“Biasanya karena takut terdeteksi hiv dalam tubuhnya, padahal bilamana tidak berperilaku beresiko, tidak perlu takut untuk test HIV,” jelasnya
Nurul mengaku hingga saat ini belum ada obat yang bisa mematikan virusnya.
“Dan dikarenakan saat ini belum ada obat yg bisa mematikan virusnya,” ungkapnya.
Menurutnya hingga sampai saat ini obat yang ada hanya untuk menekan pertumbuhan virus agar tidak menjadi lebih parah.
“Obat yang ada saat ini hanya untuk menekan pertumbuhan virus agar tidak menjadi progresif,” bebernya
“Sehingga tidak cepat masuk dalam status AIDS dan umur harapan hidupnya bisa lebih panjang lagi,” jelas Nurul mengakhirinya**

