Waspada..!!! Cimahi Rentan Penyebaran Corona Setelah DKI Jakarta

CIMAHI– Cimahi masuk kota yang rentan terhadap penyebaran Covid-19 setelah DKI Jakarta. Hal tersebut dikatakan Walikota Cimahi Ajay M Priatana dalam jumpa pers di rumah dinasnya pada Sabtu (28/3/2020).

“Wabah ini bukan main-main mengingat Kota Cimahi sebagai kota terpadat se-Jawa Barat dan terpadat se-Indonesia setelah Jakarta yang tentu saja memiliki kerentanan yang cukup tinggi,” sebut Ajay.

Berdasarkan data Statistik Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi 2019 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi, tingkat kepadatan Kota Cimahi 2018 mencapai 15.478 jiwa per kilometer persegi dan hanya sedikit di bawah kota-kota administratif DKI Jakarta.

Soal itu pula, Walikota prihatin melihat trend yang cenderung meningkat dari hari ke hari, baik itu penderita positif Covid-19, PDP maupun mereka yang masuk kategori ODP.

“Pasien positif covid-19 di Kota Cimahi sebanyak 5 orang, 2 orang diantaranya meninggal dunia. Dari tiga orang yang positif Covid-19, dua orang menjalani perawatan di rumah sakit, dan satu orang diisolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Sementara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 13 orang, dimana 6 orang dinyatakan negatif sedang sisanya 7 orang masih dalam pengawasan.

Adapun Orang Dalam Pemantauan (ODP) 92 orang, 27 diantaranya sudah diperiksa dan hasilnya negatif, sisanya sebanyak 65 orang masih dalam pemantauan.

“Ikuti semua imbauan yang dikeluarkan pemerintah, tetap menjaga social distancing, dan terus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting,” imbau walikota.

Sementara itu, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Cimahi bekerja sama parastakeholder lainnya seperti jajaran forkopinda.

Di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik dan rumah ibadah, sosialisasi dengan mobil wawar tentang imbauan untuk mematuhi larangan untuk tinggal di rumah dan tidak berkerumun.

Selain itu, imbauan penyediaan sarana kebersihan berupa handsanitizer dan penggunaan masker untuk para pegawai front office di tiap-tiap loket pelayanan publik, baik milik pemerintah maupun swasta, serta penerapan Working from Home (WFH) para ASN Kota Cimahi.

Begitu pula perpanjangan waktu Kegiatan Belajar Mengajar dari rumah secara daring sampai tanggal 14 April 2020.

Warga pun bisa memantau perkembangan penanganan Covid-19 melalui website Pusat Informasi Covid-19 Cimahi (PICC) dengan alamat di https://covid19.cimahikota.go.id. (**/wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

1 Komentar

  1. Kalau dilihat data diatas yg disampaikan, sudah seharusnya kegiatan2 yg mengumpulkan massa banyak lebih dari 100 orang seperti di pabrik2 (karena cimahi termasuk kota industri) diliburkan saja, dan pemerintahan kota harus juga mengawal untuk upah buruh yg diliburkannya serta juga tetap menjaga agar tidak terjadinya PHK karena kondisi ini ! Saya rasa ini yg belum di tegaskan oleh Pemkot, sementara patroli2 ke gang2 rumah membubarkan kerumunan 10 orang atau lebih, sedangkan pabrik2 di cimahi yg buruhnya ribuan orang berkumpul tiap hari tidak bisa “dibubarkan” ! Semoga kita semua khususnya para Pimpinan Kota Cimahi beserta warganya selalu terjaga dari wabah ini dan juga dalam kondisi sehat wal Afiat dan kondisi Cimahi bisa Normal lagi. Aamiin……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *