Ada yang Siap Kehilangan Jabatan di Legislatif, Ketua MPI Sebut Balonkada KBB Mulai Serius

RAGAM DAERAH–  MPI DPD KNPI KBB, Lili Supriatna mamandang, bakal calon bupati (balbup) sudah mulai serius mendekati perhelatan pilkada. Salah satu langkahnya, sebut Lili, para balbup sudah ada yang mengambil langkah ke DPP, DPD juga DPC partai masing-masing untuk mendapat rekom.

“Para balbup paham, KPU akan menetapkan calon bagi yang membawa surat keputusan parpol yang diusung oleh koalisi partai. Para balbup ini mulai mengambil langkah untuk mendapat rekom partai apakah sebagai calon bupati atau wakil bupati,” ujar Mantan Ketua DPD KNPI KBB ini,  Senin 29 April 2024.

Jadi dari sisi keseriusan para balbup yang hendak maju di pilkada, lanjut Lili tidak usah diragukan lagi. Bahkan sudah terdengar kabar, jika ada balon terpilih di legislatif yang sudah siap mengundurkan diri dari perlemen.

“Para calon tersebut juga sudah bisa mengukur kekuatan masing-masing pada saat di pileg kamarin kaitan lumbung suara atau modal dasar suara para calon, sehingga hitung-hitungan para kandidat dan peta kursi legislatif akan menjadi panduan utama kaitan membuat kolam koalisi dalam upaya pemenangan Pilkada 2024 di 27 November 2024,” jelas Lili.

Namun perlu diperhatikan juga, kata Lili, Pilkada di KBB tidak berbicara politik identitas, baik putra daerah maupun non putra daerah. Tapi bagaimana cara para balbup baik putra daerah maupun yang bukan, untuk membuktikan kepada masyarakat jika mereka mampu untuk menjadi Bupati Bandung Barat. “Jadi harus bisa membuktikan baik kualitas dan identitas. Teuntunya balon putra daerah harus mampu mengguli calon yang lainnya,” tutur Lili.

Kendati begitu, kata Lili, di Bandung Barat jangan terjebak dengan persoalan tersebut, tetapi siapapun yang dapat rekom partai dan mandat rakyat, itulah pemimpin selanjutnya yang akan melanjutkan program KBB lima tahun ke depan. “Bulain Mei ini sudah mulai mengkrucut, dan partai-partai di daerah sudah mulai menbuka pendaftaran sebagai jalan agar mendapatkan SK DPP Parpol untuk membuat format koalisi,” ungkapnya.

Saat ini, ungkap Lili, masyarakat sedang menunggu koalisi yang akan dilakukan untuk mengkampanyekan program para calon. “Jadi siapa yang akan terpilih nanti, itu yang akan mendapat mandat rakyat menjadi bupati di 27 November 2024,” tuturnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *