RAGAM DAERAH– Pamriadi tidak menampik jika sepak terjangnya selama inipun tidak lepas dari posisinya sebagai kader PDIP. Maka ketika pendaftaran balon Bupati Bandung Barat di sejumlah parpol, ia hanya mengambil dari PDIP.
Kalaupun dirinya harus daftar ke partai lain, salah satunya ke PKB, ia akan berkoordinasi dulu dengan DPP PDIP karena di partainya ada mekanisme yang harus ditempuh.
“Saya tidak daftar ke Demokrat, tidak daftar ke PAN yang sudah membuka pendaftaran. Tapi saya sudah membangun komunikasi dengan parpol lainnya, karena saya menyadari PDIP (KBB) hanya 5 kursi,” ungkap Pamriadi, Minggu Senin 29 April 2024.
Berbicara kecenderungan koalisi, ia menyebut-nyebut nama PKB. Menurutnya, ada kesepemahaman dengan partai tersebut.
“Saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman di PKB, saya akan mendaftar ke PKB kalau sudah ada pendaftaran. Tapi saya akan minta izin dulu ke DPP,” bebernya.
Ada alasan yang ia kemukakan ketika ia membangun komunikasi dengan PKB. Menurutnya, dengan partai tersebut sudah terbangun hubungan emosional dan memiliki visi misi yang sama untuk membangun KBB.
“Aecara bangunan koalisi sudah terjalin dengan PKB karena seideologi juga. Tiga kali Pilkada, partai kita koalisi dengan PKB.
Optimis bakal melenggang diusung PDIP dalam konteks Pilkada Bandung Barat, Pamriadi lebih memantapkan diri untuk merancang langkahnya.
Bertekad untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat (KBB), Pamriadi menyatakan memiliki 10 program unggulan, sesuai visi misinya.
Salah satunya, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat KBB, ia akan menggratiskan 1.000 tiket umroh gratis, selama periodesasi jabatannya.
“Sasarannya adalah warga KBB, organisasi keagamaan, guru ngaji, marbot, ulama dan lainnya, sehingga orang akan merasakan religiusnya KBB,” ucapnya saat ditemui di Kotabaru Parahyangan-Padalarang, Minggu (28/4/2024).
Program unggulan lainnya, ia berkeinginan membangun terminal bus terpadu berskala internasional. Hal itu, sebagai upaya dirinya untuk meningkatkan
transportasi agar lebih terkoneksi dengan baik.
Ia juga bercita-cita membangun stadion, untuk memfasilitasi masyarakat yang suka dengan cabang olahraga sepakbola.
“Kita tahu sepak bola ini salah satu olahraga yang digemari oleh masyarakat. Di sini kita belum punya stadion yang representatif, sedangkan kabupaten/kota lain sudah punya,” paparnya.
Sementara terkait perhelatan Pilkada Bandung Barat, untuk PDIP kata Pamriadi, tengah diproses di DPD Jawa Barat (Jabar).
Para balonbup yang daftar ke DPC PDIP KBB, saat ini tengah diproses oleh DPD PDIP Jabar, tinggal menunggu proses survei dan rekomendasi.
“Insyaallah sebagai kader partai PDI-P sangat siap untuk ber kontestasi dalam pilkada dari PDI-P,” tegasnya.
Menyadari PDIP tidak bisa melenggang sendiri di Pilkada nanti, Pram mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik lainnya.
“Sepertinya, sudah terbangun chemistry dengan saya dan ini menjadi suatu poin untuk bertarung di Pilkada 2024 di bulan November nanti,” ucapnya optimis.
Ia sendiri sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan berpasangan dengan siapapun. Yang penting punya visi misi yang sama membangun KBB.
Hanya untuk daftar ke parpol lain, selain PDIP, Pram menyatakan tidak dilakukan lantaran PDIP memiliki mekanisme tersendiri.
Jika suatu saat ia daftar ke parpol lain sebagai syarat untuk melenggang jadi calon diusung partai akan dilakukannya. Namun dengan catatan akan melaporkan dulu pada DPP PDIP, sesuai mekanismenya.
“Wampai saat ini saya belum daftar ke partai lain, karena PDI-P itu punya mekanisme tersendiri. Jadi kami akan berkonsultasi terus dengan DPP, mungkin harapan temen partai ada juga yang minta saya daftar salah satunya PKB,” bebernya.
Pesan Sang Istri, Ketika Pamriadi Mencalonkan Diri Jadi Bupati Bandung Barat
Sementara itu, majunya Pamriadi dalam bursa politik Pilkada Bandung Barat untuk periode 2024-2029 ini tidak terlepas dari restu sang istri tercinta, Tuti Turimayanti
wanita yang berhasil menjadi anggota DPRD Jawa Barat dari PDIP pada Pileg lalu ini, merestui sang suami tercinta maju di Pilkada dengan beberapa catatan.
“Saya full mendorong Kang Pam, maju di Pilkada dengan beberapa catatan. Satu yang paling saya titipkan sama dia adalah, tolong kalau sudah jadi nanti (bupati) besarkan partai kita (PDIP) dan juga partai koalisi lainnya,” tutur Maya, sapaan akrab Tuti Turimayanti, saat ditemui di Kotabaru Parahyangan -Padalarang, Minggu (28/4/2024).
Membesarkan partai yang menjadi tunggangan politik dirinya menjadi anggota dewan ini, bukan berarti mengenyampingkan kepentingan masyarakat.
Menurut Maya, PDIP sebagai salah satu partai politik justru sangat peduli pada nasib masyarakatnya.
“Titipan pesan besarkan partai, sama halnya menitipkan kesejahteraan masyarakat kita,” ucap mantau Sekretaris GMNI Bandung ini
Maya berkeinginan PDIP bisa kembali pada masa kejayaannya pada saat menduduki 12 kursi dewan KBB.
Pesan inilah yang ia amanatkan pada Pamriadi, agar kelak partai berlambang moncong putih ini lebih diperhatikan.
Menanggapi pesan sang istri, Pamriadi menyatakan kesiapannya. Karena ia menyadari besar kecil sebuah parpol tergantung dari para kadernya dengan pola manajerial yang tepat.
“Akan saya buktikan itu (membesarkan PDIP), bahwa istri saya menang di Pileg 2024-pun, ya dari PDIP. Dan sampai saat ini, saya masih kader PDIP,” tegas Pamriadi, yang mengaku menjadi kader PDIP sejak tahun 1996, saat masih menjadi mahasiswa.***

