
NGAMPRAH– Pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru.
Getaran proses demokrasi sangat terasa dalam ajang pemilihan Ketum KONI KBB kali ini. Tak heran, 9 caketum KONI maju dalam ajang tersebut.
Fenomena itu, berbeda dengan pemilihan Cakatum KONI sebelumnya, yang dipastikan aklamasi lantaran ikut campur tangannya penguasa.
Proses demokrasi itu ditangkap oleh Pendiri KBB, Asep Suhardi sebagi kemajuan dunia olahraga dalam berdemokrasi.
“Hari ini terasa perubahan sangat signifikan dari pemilihan Ketum KONI sebelumnya. Intervensi penguasa sangat ketara. Sekarang perlu disambut baik oleh para cabor dan atlet untuk dipilih dan memilih,” ujar Ado–sapaan akrab Asep Suhardi, Kamis (18/11/2021).
Sembilan Cakatum KONI KBB ikut bertarung dalam pemilihan 28 November 2021 nanti. Menurut Ado, meraka sama-sama punya potensi untuk memenangkan ajang tersebut nanti.
“Tapi saat ini belum terlihat cakutum yang mengembalikan formulir setelah verifikasi. Tapi saya percaya proses pemilihan kali ini akan bisa memajukan KONI di masa depan,” ungkapnya.
Ado pun menilainya, sejarah baru dalam duni olahraga khususnya KONI tanpa ada campur tangan penguasa. “Saya yakin KONI akan maju seperti cita-cita para atlet,” ungkapnya. ***
