Politisi PDIP Ini Sebut Pemekaran Kecamatan Nyalindung Menyulut Polemik

NGAMPARAH—Rencana pemekaran Kecamatan Nyalindung di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuai kontroversi. Bagaimana tidak, pemekaran itu, rencananya bakal mencaplok 11 desa dari enam kecamatan yang ada di KBB.

“Kalau Desa Sirnaraja Kecamatan Cipendey ditarik ke kecamatan baru Nyalindung berarti yang bikin kajiannya tidak waras,” ujar Jejen Zaenal Arifin tokoh masyarakat Desa Sinaraja, Kecamatan Cipendeuy, KBB kepada redaksi, Rabu (26/6/2019).

Anggota DPRD KBB dari Fraksi PDIP ini menyebutkan, terlalu jauh akses pelayanan warga Desa Sirnaraja jika mesti ikut ke kecamatan yang baru.

“Alasannya pelayanan pak. Bayangkan kalau warga Desa Sirna Raja mau ke kecamatan yang baru harus melewati Kecamatan Cikalong atau Cipatat,” sebutnya.

Dirinya sebagai tokoh masyarakat yang mewakili masyarakat Desa Sirna Raja menolak desanya bergabung dengan kecamatan baru.

” Bapak bisa membayangkan kalau salah satu desa di Kecamatan Cipendeuy masuk kecamatan pemekaran. Harusnya desa di Cipendey mah engak ada yang masuk dan harusnya jangan sepihak tanya warga desanya jangan bikin penyakit,” tuturnya.

Sekda KBB, Asep Sodikin mengatakan, 11 desa akan diambil dalam Kecamatan Nyalindung tersebut adalah Desa Sadangmekar (Kecamatan Cisarua), Cipada, Mandalasari, dan Mekarjaya (Cikalongwetan), Sirnajaya (Cipeundeuy) , Bojongkoneng (Ngamprah), Nyalindung, Cirawamekar, dan Sumurbandung (Cipatat), serta Campakamekar dan Tagogapu (Padalarang). 

“Target kami, tahun ini sudah dapat direalisasikan,” kata Asep kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).

Wacana pemekaran Kecamatan Nyalindung sudah lama. Tentunya, berdasarkan kajian bakal dibentuk juga dua desa baru hasil pemekaran nanti.

” Dengan demikian, Kecamatan Nyalindung akan memiliki 13 desa. Kecamatan Nyalindung akan memiliki posisi yang strategis, karena berada di Jalan Raya Purwakarta,” sebut Asep.

Alasan pembentukan kecamatan baru kata Asep klasik. Selain aspek pendekatan pelayanan, pemberdayaan dan efektifitas pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan ekonomi. “Pembentukan Kecamatan Nyalindung terasa mendesak, karena desa-desa tersebut, terutama tiga desa di wilayah Cipatat, memiliki jarak ke kota atau kecamatan yang terlalu jauh. Jadi harus memutar. Malau tidak ke Cikalongwetan, pilihnya lewat Padalarang,” katanya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda KBB Hendra Trismayadi mengatakan, kajian akademis untuk pembentukan kecamatan baru itu telah dilakukan. Rapat teknis persiapan pembentukan Kecamatan Nyalindung juga sudah digelar. 

“Salah satu yang dibahas terkait pembentukan kecamatan baru ialah menyangkut kebutuhan anggaran untuk fasilitas, koordinasi dan konsultasi, serta penyusunan naskah akademis dan rancangan peraturan daerah pembentukan Kecamatan Nyalindung,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD KBB, Sunarya Erawan mendorong agar kecamatan baru di KBB segera dibentuk. “Wacana itu sudah lama banget. Bukan saja zaman Pak Abubakar bupatinya namun ketika KBB masih tergabung dalam Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Tentunya, sebut Apih—sapaan akrabnya, dengan pertimbangan pelayanan juga aspek infrastruktur. “Karena masyarakat harus memutar jauh untuk sampai ke kecamatan, makanya dewan mendorong untuk segera terbentuk kecamatan baru,” tandasnya. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *