RAGAM DAERAH– Sekretaris DPC PDIP KBB, Iwan Ridwan menangkis pernyataan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi.
Sebelumnya, Asep Dedi ‘menyentil’ Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan tidak memiliki rasa empati dan peduli terhadap korban kekerasan yang menimpa asisten rumah tangga (ART) Rohimah, 29, yang menjadi korban tindak kekerasan majikannya sendiri di Perumahan Bukit Permata, Block G1, RT 04 RW 22, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB beberapa waktu lalu.
“Statement kurang mendasar apalagi diucapkan oleh politisi sekaliber ketua partai hanya karena tolak ukurnya dari satu kejadian rasanya lucu dan kurang pas aja, ” ujar Iwan dalam rilisnya diterima redaksi ragamdaerah, Selasa 1 November 2022.
Iwan menyebutkan, dinas terkait juga istri Plt Bupati, Sonya Fatmala sudah mewakili menjenguk korban. “Itu sudah merupakan bukti adanya kepedulian pemerintah daerah karena mereka datang bukan hanya sebagai pribadi tapi mewakili pemda,” tuturnya.
Dengan pernyataan seperti itu, kata Iwan, terkesan berlebihan. “Apabila di masyarakat kita misalnya ada yang berbuat baik menjenguk atau membantu masyarakat kesusahan tapi dengan digembor-gemborkan sambil menyudutkan pihak lain rasanya kurang elok saja dan menjadi kurang ikhlas saja kesannya khawatirnya bukan hanya mencari simpati tapi cari sensasi dan
terlalu mempolitisasi keadaan,” kata Iwan.
Kendati begitu, Iwan mengapresiasi kepada rekan-rwkan PKB yang sudah bersimpati menengok korban. “Semoga menjadi ladang ibadah,” kata Iwan yang juga anggota DPRD KBB ini.
Sebelumnya, Ketua DPC PKB Asep Dedi mengatakan, dirinya belum melihat Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan datang untuk menjenguk atau melihat kondisi ibu Rohimah korban kekerasan.
Persoalan ini, kata Asep, jangan melihat Rohimah bukan warga Bandung Barat. Akan tetapi, lihat dari sisi kemanusiaannya. Selain itu, tindakan kekerasan yang dialami oleh Rohimah ini berada di wilayah KBB.
“Ini persoalan kemanusiaan loh. Saya PKB Bandung Barat tidak melihat korban sebagai warga Bandung Baratnya atau bukan, tapi ini bentuk kemanusiaan dan kejadiannya di Bandung Barat,” tegasnya. ***

