Berikut adalah teks hadis dalam Sahih Muslim dengan nomor referensi tersebut:
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ جَعْفَرٍ الْجَزَرِيِّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika kalian tidak berdosa, Allah akan menggantikan kalian dengan suatu kaum yang berdosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah mengampuni mereka.”
Penjelasan Per Bagian
- وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ (Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya):
- Ini adalah bentuk sumpah yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan keseriusan dan kepastian dari apa yang akan beliau sampaikan. Sumpah ini menunjukkan bahwa pernyataan yang akan diucapkan sangat penting dan benar.
- لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا (Jika kalian tidak berdosa):
- Frasa ini mengandaikan sebuah kondisi hipotetis di mana manusia tidak melakukan dosa sama sekali. Nabi Muhammad SAW mengajukan suatu situasi di mana manusia sepenuhnya tanpa dosa.
- لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ (Allah akan menggantikan kalian):
- Ini berarti Allah akan menghilangkan atau menggantikan manusia yang tidak berdosa tersebut. Pernyataan ini menggunakan gaya bahasa hiperbola untuk menekankan poin berikutnya. Hiperbola adalah gaya bahasa yang menggunakan pernyataan berlebihan untuk menekankan suatu poin atau untuk membuat suatu pernyataan lebih kuat. Dalam konteks hadis ini, hiperbola digunakan untuk menekankan betapa pentingnya sifat taubat dalam kehidupan manusia. Ini adalah situasi yang hampir mustahil terjadi karena setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Dengan mengatakan ini, Nabi Muhammad SAW menekankan bahwa dosa adalah bagian dari sifat manusia.
- Hiperbola ini juga digunakan untuk menekankan bahwa Allah sangat menghargai proses taubat. Jika manusia tidak pernah berdosa, mereka tidak akan pernah bertaubat, dan dengan demikian mereka tidak akan merasakan aspek penting dari hubungan dengan Allah yaitu pengampunan-Nya. Pernyataan ini menekankan bahwa taubat adalah aspek vital dalam kehidupan spiritual. Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa manusia harus selalu sadar akan kelemahannya dan selalu siap untuk bertaubat. Manusia tidak boleh merasa sombong atau merasa suci dari dosa. Kesadaran akan dosa dan keinginan untuk memperbaiki diri adalah kualitas yang dihargai oleh Allah.
- وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ (dan akan mendatangkan kaum yang berdosa):
- Allah akan mendatangkan kaum yang memang memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Ini untuk menunjukkan bahwa dosa adalah bagian dari sifat manusiawi yang Allah ciptakan.
- فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ (lalu mereka memohon ampun kepada Allah):
- Kaum yang berdosa ini akan menyadari dosa-dosa mereka dan kemudian memohon ampun kepada Allah. Ini adalah tindakan bertaubat.
- فَيَغْفِرُ لَهُمْ (maka Allah mengampuni mereka):
- Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka karena mereka telah memohon ampun dengan tulus. Ini menunjukkan sifat Maha Pengampun Allah.
Penjelasan Hadis:
- Konsep Dosa dan Taubat:
- Hadis ini menekankan pentingnya sifat manusia yang cenderung berbuat dosa namun juga memiliki kemampuan untuk bertaubat.
- Allah menciptakan manusia dengan sifat yang bisa berbuat dosa untuk kemudian mereka bisa menyadari kesalahan mereka dan memohon ampun kepada Allah.
- Rahmat Allah:
- Hadis ini menunjukkan rahmat Allah yang besar terhadap hamba-Nya. Meskipun manusia berbuat dosa, Allah tetap memberikan kesempatan untuk bertaubat dan mengampuni dosa-dosa mereka.
- Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya menginginkan ketaatan yang sempurna, tetapi juga penghargaan terhadap proses taubat dan perbaikan diri.
- Sifat Manusia:
- Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan cenderung melakukan kesalahan. Namun, yang penting adalah kesadaran untuk kembali kepada Allah dan memperbaiki diri.
- Hadis ini juga memberi pengharapan bagi orang-orang yang merasa berdosa bahwa pintu taubat selalu terbuka.
- Hikmah:
- Dalam konteks pendidikan dan pengajaran, hadis ini mengajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang penting adalah bagaimana manusia merespons kesalahan tersebut.
- Hadis ini juga mengajarkan sifat rendah hati dan tidak merasa suci atau bebas dari dosa, karena setiap manusia pasti pernah berbuat dosa.
Dengan demikian, hadis ini memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya taubat dan rahmat Allah yang selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.


Sudah sangat jelas penulisan haditsnya, ko masih mau diputer puter. Org bodoh dan sudah bisa ngerti jika membacanya
Gak semua orang ngandelin terjemahan kek eluh yang nyari nyari masalah dengan terjemahan kalau nyari kesalahan doang dengan terjemahan jangan terang terangan gitu keliatan bnget mau ngejatuhin nya
ahahaha… orang yang gak paham dunia luar begitu, hadis ini di freming oleh orang kristen bahwa dalam Islam juga ada penebusan dosa, sama kayak kristen yang menyalib yesus untuk menebus dosa manusia.