RAGAM DAERAH- Koalisi Bandung Barat Maju resmi di deklarasikan. Hal itu sebagai bagian ikhtiar politik dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2024.
Lima parpol itu, Gerindra 8 kursi, Golkar 8 kursi, PKB 6 kursi, PAN 5 kursi dan Nasdem 5 kursi dengan total 32 kursi melampaui batas syarat pengusungan 10 kursi.
Kelima parpol yang tergabung dalam Koalisi Bandung Barat Maju tersebut telah melakukan seleksi Balon Bupati dan Wakil Bupati untuk kontestasi Pilkada tahun ini.
“Setelah deklarasi ini kita akan melakukan komunikasi yang lebih intensif terutama untuk mewujudkan cita-cita pemekaran KBB,” ujar Ketua Golkar, Dadan Supardan, Rabu 19 Juni 2024.
Terkait hasil seleksi dari partai masing-masing, kata Dadan, akan ini dibawa dalam diskusi koalisi. Namu terkait penentuan waktu posisi balon bupati atau wakil bupati yang dilahirkan hasil diskusi bersama partai koalisi akan informasikan secepatnya.
“Tidak ada lagi pendaftaran di kita dalam konteks koalisi partai, karena pendaftaran itu sudah dilaksanakan dalam partai yang sudah tergabung di Koalisi Bandung Barat Maju,” tuturnya.
Semua partai koalisi lanjut Dadan sudaj mempersiapkan karena para ketua partai memiliki target, bahwa dalam pilkada KBB ingin menang.
“Tentu saja nanti dalam seleksi di internal koalisi dari hasil yang sudah dapat persetujuan dari DPP masing-masing kita akan bawa dana akan dijadikan sebagai bahan diskusi,” ungkapnya.
Apa barometernya? Tentu saja, ungkap Dadan, barometernya di antaranya adalah hasil survei yamg akan dilakukan.
“Pointnya adalah bagaiamana calon tersebut di satu sisi memiliki elektabilitas, popularitas di masyarakat KBB,” tuturnya.
Akan di notariskan tidak koalisi ini, karena kan masing-masing punya jagoan? Dadan mengatakan, jika membangun koalisi dengan penuh cinta, kebersama dan cita-cita bersama ingin kemajuan KBB.
“Tentu saja untuk melahirkan pasangan calon bupati dan wakilnya dari partai koalisi ini adalah yaitu dengan musyawarah dan mufakat,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra KBB, Pipih Supriati menegaskan, sudah tidak lagi me buka pendaftaran, karena dirinya yakin dan percaya dengan dibukanya pendaftaran partai-partai yang tergabung dalam koalisi ini akan melahirkan calon yang baik dan kader partai yang baik.
“Karena saya tahu persis bahwa di samping pendaftaran dengan berbagai macam persyaratan pengalamam juga ada pit and propertest yang udah dilakukan oleh partai masing-masing,” katanya.
Ada 3 partai yang belum gabung, bisa tidak partai ini bisa gabung dengan koalisi ini ? Pipih mengatakan sangat terbuka karena KBB ini tidak bisa dibangun oleh salah satu partai atau partai tertentu.
“Tetapi perlu dibangun oleh kebersamaan dan gotong royong,” ungkapnya.
Putra daerah masih jadi barometer?
Tentu saja mengharapkan bahwa prioritas putera daerah untuk memimpin KBB ke depan. Siapa inisial calon?
“Bujeng-bujeng inisial. Saya tidak pernah diberi tahu oleh Ketua Gerindra, sekretaris Nasdem, PAN, PKB belum pernah dikasih tau prodak hasil seleksi partai masing-masing yang sudah dilakukan inisialnya apa termasuk orangnya,” katanya
Optimisi tidak pecah kongsi? Pipih menegaskan optimis karena tadi PKB sudah beristighfar, sudah bismillah. ***

