SOREANG–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat berkomitmen membangkitkan ekonomi masyarakat terdampak covid-19.
Salah satu cara yakni, membantuk warung gotong royong covid-19. Warung tersebut dilaunching Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono di Kampung Cipicung RT 03/03 Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (8/6/2020).
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ketut Sustiawan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Bandung Dr. H. Harjoko Sangganagara B. Sugiatmo M.Pd, Anggota DPRD Jawa Barat Nia Purnakania, serta Calon Bupati Bandung dari PDI Perjuangan Yena Islandar Masoem.
Penanggung Jawab Warung Gotong Royong Covid-19 DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Supriadi mengatakan,
warung Gotong Royong merupakan inisiasi Badan Pemenangan Pemilu dan Baguna DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
Pada tahap prototype ini, warung gotong royong menyiapkan 150 paket sembako murah yang dibagikan kepada masyarakat. “Paket beras, minyak, gula, susu, sarden, mie instan ,dan tepung, hingga kecap senilai Rp 100.500, tapi dijual kepada masyarakat hanya dengan Rp 52.000,” ujar Supriadi.
Sembako tersebut, kata Supriadi, dikirimkan langsung ke rumah-rumah warga penerima manfaat. “Sehingga masyarakat tidak perlu berkumpul dan mengantri dalam bertransaksi di warung gotong royong ini,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, menyadari kondisi tersebut, pihaknya berupaya membangun partisipasi kader dengan membentuk warung gotong royong sebagai wujud dari pengejawantahan Pancasila.
“Dana gotong royong dari kader PDI Perjuangan Jawa Barat dikumpulkan dan kemudian didistribusikan dalam bentuk sembako kepada warga masyarakat yang terdampak pandemi tetapi tidak mendapat bantuan dari pemerintah,” kata Ono.
Ono menyebutkan, PDI Perjuangan Jawa Barat akan membentuk warung gotong royong di delapan kabupaten/kota, sehingga akan menstimulan keterlibatan publik dengan jangkauan lebih luas.
“Kabupaten Bandung dipilih sebagai prototype warung gotong royong karena memiliki nilai historis sebagai tempat pergulatan pemikiran Bung Karno dalam menggali Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka,” tandasnya. ***
2020-06-08

