RAGAM DAERAH– Tanggal 19 Juni 2023 ini, Kabupaten Bandung Barat akan genap berusia 16 tahun sejak resmi dimekarkan dari induknya yakni Kabupaten Bandung.
Beragam harapan pun muncul dari berbagai kalangan tentang daerah yang saat ini dipimpin oleh Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan hingga September 2023 nanti.
Tak terkecuali tanggapan datang dari salah satu tokoh kepemudaan KBB, Roni Dahroni. “Saya sih berharap kita semua bisa kompak untuk menguatkan jati diri KBB di usia 16 tahun ini,” tegas Ketua Harian DPD GEMA KEADILAN KBB ini.
Baginya, jika dianalogikan pada perkembangan manusia, usia 16 tahun merupakan masa transisi dari remaja menuju dewasa. Sehingga sudah sepantasnya sebagai daerah hasil pemekaran berkat perjuangan para pendirinya, seluruh komponen masyarakat KBB merenungi kembali jati diri daerahnya.
“Kan KBB ini jelas hasil pemekaran, banyak pengorbanan para pendirinya. Jangan sampai Jati Kasilih Ku Junti,” tambah tokoh muda yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPD KNPI KBB ini kepada awak media.
Roni sangat konsen pada isu penghargaan terhadap para tokoh pendiri KBB, setidaknya yang jelas terbaca secara administratif adalah mereka-mereka yang tergabung dalam Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB).
“Saya merasa prihatin dengan kualitas dan kuantitas nilai penghargaan yang masih minim diberikan kepada para tokoh pendiri KBB. Terlepas sudah ada upaya ke arah itu, tapi minim,” katanya.
Dia berpandangan, bahwa sudah saatnya Pemerintahan KBB saat ini menganugerahi secara nyata dan layak tokoh-tokoh serta pihak-pihak yang berjasa dalam pembangunan KBB, terutama kepada para tokoh pendiri saja dulu. “Pemda harus segera merealisasikan amanat Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Penghargaan Daerah beserta seluruh konsekuensinya agar tidak durhaka,” jelasnya sambil berseloroh ringan.
Selain itu, Roni Dahroni juga sangat menekankan pentingnya memperkuat apa yang disebutnya sebagai Literasi Ke-Bandung Barat-an. “Pemerintahan KBB harus serius menata kembali pola kebijakan yang mencerminkan bahwa kita tidak melupakan sejarah,” imbuhnya lagi.
Pria yang memiliki nama pena Usrod ini mengingatkan supaya tujuan pemekaran KBB yang tersirat dan tersurat dalam naskah deklarasi KPBB tanggal 30 Maret 2003 hendaknya dijadikan rujukan utama dalam pembangunan KBB.
“Kembalilah ke purwadaksi Saya yakin para pendiri dulu merumuskan KBB ini dengan serius berderai darah dan air mata,” tambahnya.
Dalam pandangan dia, penguatan nilai-nilai tersebut sangatlah penting bagi pembangunan KBB ke depan.
Pengelolaan pemerintahan yang didasari nilai-nilai luhur tentunya akan berdampak positif pada kebijakan yang dihasilkan serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat KBB.
“KBB ini tatar Priangan, jati dirinya Ki Sunda. Sehingga nilai-nilai kearifan masyarakat KBB yang notabene masyarakat Sunda kemudian juga sangat penting untuk _dimumulé_ (red.: dihargai dan dilestarikan),” kata Roni.
Roni juga berharap agar visi misi AKUR pun masih bisa terwujud di sisa akhir masa jabatan bupati saat ini, salah satunya penuntasan gedung pemuda dan olahraga KBB.
“Semoga Pak Hengky bisa menuntaskan masa jabatannya dengan keren. Salah satunya dengan mewujudkan terbangunnya gedung pemuda dan olahraga tahun ini,” katanya
harapnya sebagai generasi muda, di ujung pembicaraan, Roni menitipkan ajakan untuk merenungi perjalanan KBB sampai saat ini yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang jejak kasus hukum kepada dua kepala daerah sebelumnya. ” Enough is enough. Cukuplah dua kasus terdahulu menjadi pelajaran bagi kita semua. Landasi dengan ajrih dan tuhu tur tumut pada amanat sejarah, lalu realisasikan visi dan misi daerah sesuai regulasi. KBB mah pasti Wibawa Mukti Kerta Raharja,” tegasnya mengakhiri perbincangan.***

