Oleh
A Mujuburahman
West Bandung Governance Watch
BANDUNG BARAT Lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007, 9 tahun pasca refomasi 1998 di Indonesia KBB lahir, sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya KBB layak kita semua mengevaluasi diri secara komprehensif tanpa mengedepankan siapa diri kita.
Evaluasi diri dengan menghibahkan pemikiran positif untuk kepentingan bersama. Oleh karena itu kita percaya KBB adalah milik kita semua demografi KBB seperti huruf ‘c’ membentang dari Cilangari sampai Lembang.
Kalau kita istilahkan dengan collaborative maka hari ini pimpinan daerah tidak boleh membeda-bedakan siapa yang dekat dengan dia? Suasana politik saat ini harus jadi pertarungan ide-ide yang orisinal dan mengedepankan kebersamaan atau kolaborasi.
Tentu tidak sama cara pandangnya, contoh masyarakat selatan hari ini masih menjadi masyarakat yang jauh dari perkotaan apa yang harus dilakukan oleh kita agar pertumbuhan wilayah ini bisa menyeimbangkan diri dengan wilayah lain di tengah dan utara.
Saya berharap ada komitmen yang kuat untuk siapa pun yang memimpin KBB untuk menyeimbangkannya. 16 tahun itu masih usia remaja, tapi merasa sudah tua ketika evaluasi diri tidak ada, eksekutif, legislatif jangan cari enak sendiri ‘asal gugur kawajiban. Yang tua bimbing yang muda yang muda tahu diri biar sama-sama enak ingat KBB buat semua. ***

