
NGAMPRAH— Program pemulihan ekonomi melalui pembelian prodak lokal UMKM Kabupaten Bandung Barat (KBB), Koperasi Pemda KBB malah ada prodak yang dijualnya dari luar Bandung Barat.
Masalah itu berawal, saat Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Bandung Barat, Anni Roslianti membeli kebutuhan bahan pokok (sembako) berupa beras, minyak, dan gula.
Anni mengaku kecewa, prodak-prodak itu malah didatangkan dari luar KBB. Misalkan saja, minyak goreng kemasan botol di produksi dari Cikarang Bekasi, juga beras dan gula.

“Pada intinya mah semua ASN mendukung belanja ke UMKM tapi jangan sampai salah sasaran, atuh bandar-bandar besar mah tidak perlu dimasukan ke katalog. Cik tingali di katalog ari daging bener UMKM,” kata Anni, Jumat (10/12/2021).
“Nu sidikmah lain ti UMKM tapi menang balanja ti grosir agen warungna,” kata Anggota DPRD KBB, Ade Roni.
Dikonfirmasi, Palaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengaku kecewa dengan adanya prodak yang dijual bukan dari UMKM KBB. “Saya kecewa dengan adanya produk luar itu,” kata Hengky kepada Ragam Daerah.
Progam itu merupakan sebagai upaya mengatasi kemiskinan ekstrim 0% pascapandemi COVID-19.
Hengky mengintruksikan pejabat yang mempunyai tunjangan kinerja (tukin) agar menyisihkan 5% untuk membeli prodak pertanian, peternakan, dan juga UMKM KBB.
Orang nomor satu di KBB ini, sudah mengingatkan, panitia melalui koperasi aparatur sipil negara (ASN) agar jangan ikut bermain. “Instruksi saya semuanya harus kebagian maksudnya kelompok tani, ternak itu digilir supaya mendapatkan omzet,” katanya. ***

Warung sebelah rumah justru tidak bisa diakui UMKM KBB padahal domisili KBB hanya karena tidak terdaftar. Seharusnya Koperasi atau Dinas KopUMKM bisa mengakomodasi warung-warung kecil di wilayah KBB