FSGN Fatsun U&R, Tolak Diajak Konsolidasi Menangkan Cucun Syamsurijal

NGAMPARAH— Sekretaris Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Nusantara KBB, Arif Kusnadi angkat bicara.

Ajakan Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat, KH Aa Maulana yang mengajak semua warga Nahdliyin untuk merapatkan barisan memenangkan Caleg DPR RI dari PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal ditolaknya.

Melalui sambungan telepon, Arif mengatakan, Aliansi Ormas Islam di Bandung Barat seharusnya kompak mendukung Rian Firmansyah Caleg DPR RI dari Nasdem dan Usep Sukarna Caleg Nasdem untuk Jawa Barat.

“Budak Pak Bupati teh boga kehayang dipileg, aliansi ormas Islam hijiken weh ka A Riyan jeng A Usep, (Keluarga pak bupati punya keinginan dipileg, alinsi ormas Islam seharusnya bersatu ke A Riyan ama A Usep,” katanya, Senin (25/3/2019).

Lantaran dukungan FSGN menguat untuk U&R– sebutan Usep dan Rian dipileg, FSGN memilih tidak menghadiri Halaqah Kebangsaan dihadiri ratusan ajengan di Pondok Pesantren Babussalam Sindangkerta, Senin (25/3/2019).

“Forum ustad-ustad Kabupaten Bandung Barat anu bikinan pak bupati loba anu haradir kadinya ka Babusalam teh bahkan statemen. Sedangkan guru ngaji mah da fatsun cicing weh dicarekan ku NU sagala rupa ge. (Forum Ustad-ustad Kabupaten Bandung Barat yang dibentuk pak bupati banyak yang hadir ke Babusalam bahkan buat pernyataan. Sedangkan guru ngaji fatsun walau ditegur sama NU, red),” terangnya.

Soal itu juga Arif menyebut, fatsun mendukung U&R bukan mengharapkan imbalan sesuatu. Hanya satu harapan yakni bisa memperjuangkan guru ngaji ke depannya. “Walau aya selintingan guru ngaji rek dibubarken, tapi barudak guru ngaji mah dugika ayena g masih konsisten resep ka A Riyan jeng Ka A Usep teh siap satu komando, nya sementawismah FSGN teu ikut-ikutan sareng aliansi. (Walau ada selentingan guru ngaji mau dibubarkan, tapi anak-anak guru ngaji sampai sekarang juga masih konsisten ke A Rian dan A Usep red),” terangnya.

Arif berani berbicara lantaran ingin organisasi FSGN mendapat perhatian dari bupati. “Lamun kabupaten (caleg, red) FSGN moal bisa digodeg godeg ka Nasdem pasti di PKB. Abi tos kengeng izin ti pak Usep sereng Pak Rian barudak guru ngaji di PKB. (Kalau untuk kabupaten (caleg, red) FSGN gak bisa diajak ke Nasdem tetap di PKB. Saya sudah dapat izin sama Pak Usep dan Pak Rian,” katanya.

Keinginan dirinya Aliansi Ormas Islam menyatukan suara untuk kemenangan U&R dipileg nanti. “Kang Usep berat ka provinsi lantaran nu gaweana sautik leheng Kang Rian nu gawena loba, keinginan saya aliansi ormas Islam bersatu di KBB bersatu menangkan Kang Usep sareng Kang Rian. (Kang Usep berat ke provinsi lantaran yang kerjanya sedikit. Berbeda sama Kang Rian yang kerjanya banyak. Keinginan saya aliansi ormas Islam di KBB bersatu menangkan Kang Usep sama Kang Rian,” tandasnya.

Sementara itu, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat KH Aa Maulana mengajak semua warga Nahdliyin untuk merapatkan barisan memenangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pemilu 2019.

Aa juga menekankan bahwa warga NU harus memenangkan Capres yang didukung PKB dan mencoblos calon legislatif dari partai para Nahdliyin itu.

Warga NU harus memenangkan Capres yang didukung PKB dan mencoblos calon legislatif dari partai para Nahdliyin itu.

“PKB merupakan kendaraan politik warga NU dan harapannya semoga PKB di Jabar dapil Kabupaten Bandung dan kabupaten Bandung Barat bisa mendapatkan kursi tambahan menuju senayan,” ujarnya saat Halaqah Kebangsaan dihadiri ratusan ajengan di Pondok Pesantren Babussalam Sindangkerta, Senin (25/3).

Menurutnya, Caleg PKB telah banyak berkontribusi pada perjuangan terbentuknya undang-undang pondok pesantren.

“Kang Cucun harga mati. NU harus mendukung penuh anggota legislatif yang memperjuangkan undang-undang yang berpihak kepada umat Islam khususnya pesantren dan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ditempat sama, Caleg yang juga anggota DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan,  perjuangan Rancangan Undang Undang (RUU) Pondok Pesantren masih menjadi perjuangan anggota DPR RI dari PKB dan ditargetkan rampung pasca penyelenggaraan pemilu 2019 selesai.

“Saat ini draft RUU tersebut masih digodok tim panitia kerja  (panja) dengan melakukan kegiatan diskusi kelompok terarah.  Beberapa waktu lalu presiden Joko Widodo telah menyampaikan daftar Inventarisasi Masalah (DIM) hanya untuk pesantren saja,” ujarnya.(***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *