Fajar Taufik Melenggang di Pencalonan Ketua KONI KBB

Balon Ketua KONI KBB, Fajar Taupik saat mengembalikan syarat formulir calon yang diterima tim penjaringan calon, Asep Dedi Setiawan di Sekretariatan KONI KBB, Sabtu (20/11/2021). foto istimewa

PADALARANG– Bakal Calon (Balon) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Fajar Taufik siap tempur. Dia membulatkan tekadnya dengan mengembalikan formulir bakal calon di Sekretariatan KONI KBB Kota Baruparahyangan, Sabtu (20/11/2021).

Prosesi penyerahan itu langsung diterima Tim Penjaringan Balon Ketua KONI KBB, Asep Dedi Setiawan tepat pukul 13.00. Dengan begitu, ada tiga Balon Ketua KONI KBB yang siap melenggang pada Musorkablub KONI KBB.

Ditemui usai penyerahan formulir, Fajar Taufik mengatakan, dirinya sudah melengkapi semua persyaratan yang diminta tim penjaringan. “Proses selanjutnya kami serahkan kepada panitia. Ya saya berprinsip belajar dari masa lalu menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Opik–sapaan akrabnya mengatakan, tidak lah semudah membalikan telapak tangan untuk memimpin KONI ke arah yang lebih maju. Hal itu dibutuhkan, kerjasama seluruh komponen keolahragaan, juga tak kalah pentingnya adalah dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat.

“Tapi kalau hanya sebatas numpang lewat saya punya keyakinan prestasi mustahil akan tercapai tanpa sinergitas yang kuat,” sebutnya.

Berbicara soal KONI juga Opik berpendapat, adalah soal prestasi keolahragaan dan harga diri daerah, bukan berbicara besarnya anggaran yang digelontorkan oleh Pemda Bandung Barat.

“Kalau dulu berjuang dengan berdarah-darah sekarang era modernisasi cukup dengan menunjukkan prestasi,” tuturnya.

Ada hal yang penting dalam membangun prestasi keolahragaan, kata Opik yakni kebersamaan semua komponen olahraga.

“Jangan ada dusta mulai dari pengurus, cabor juga atletnya untuk meraih prestasi,” pungkasnya.

Proses Penjaringan Calon Dituding tak Sportif

Thio Setiowekti. Ft ragam daerah

Sementara itu, Balon Ketua KONI KBB, Tio Setiowekti mengatakan, proses penjaringan Balon Ketua KONI KBB tidak sportif. “Syarat dukungan yang harus sekian persen tapi logikanya dalam waktu semingggu tidak mungkin. Sementara salah satu calon sudah memborong dukungan para cabor,” katanya.

Soal itu, kata Tio, mesti diwaspadai sikap yang tidak sportif dalam proses penjaringan. “Ya harus mengedepankan sikap sportif dalam pencalonan maupun seleksi ke depan jangan sampai kita digiring aklamasi dia sudah punya dukungan 37 cabor. Jadi buat apalagi mengadakan pemilihan kalau arahnya kaya gitu,” katanya.

Soal itu pula, sambung Tio, patut diduga ada ketidak beresan dalam proses penjaringan calon. “Praktiknya di lapangan ada orang sudah empat bulan yang lalu mengumpulkan tanda tangan dukungan sedangkan pantia penjaringannya kan belum dibentuk,” pungkasnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *