PADALARANG– Ada satu yang harus dievaluasi dan dikoreksi dari pembagian sembako bagi warga terdampak Covid 19 di KBB.
Selain pemerintah mesti menginventarisir data valid serta menyiapkan perangkat pembagi, juga pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial KBB harus pula memperhatikan unsur-unsur dari bahan yang harus diberikan.
“Kita dibuat miris lagi setelah diributkan dengan banyaknya warga yang tidak terdata atau yang didata adalah orang yang dianggap layak menerima, sekarang kita jumpai warga menerima bantuan sembako berupa daging ayam yang sudaj membusuk. Ini jelas kecerobohan dinsos,” ujar Ketua DPC PPP KBB, Samsul Ma-arif, Minggu (26/4/2020).
Menurut Samsul, harus dipahami makna sembako. Sembilan bahan pokok, artinya bukan semua unsur yang berjumlah sembilan itu yang berikan. Tapi cukup prinsip-prinsipnya saja seperti beras, gula, minyak, mie, dan sejenisnya. “Daging, ayam, telor, ikan itu bukan sembako. Nah ini dibagikan tentu menyalahi. Sebab lauk pauk jenis itu akan mudah basi dan bau serta tidak tahan lama. Apalagi diberikan dalam jumlah besar, tentu pihak dinsos tidak bisa mengontrol satu persatu sejau mana kualitas barang-barang tersebut
Jasi ebaiknya yang keringan saja,” terangnya.
Sekiranya repot, kata Samsul, bantuan dalam bentuk barang, bisa saja dalam bentuk tunai. “Ini lebih simpel. Jadi stop jamgan memberikan bantuan lauk pauk mudah busuk,” tandasnya. ****
2020-04-26

