Banjir dan Longsor Terjang Kampung Cikupa Sukamanah Rongga, Hektaran Sawah Terancam Gagal Panen

RAGAM DAERAH-Banjir menggenangi sawah siap panen yang diperkiraan luasnya sekitar empat hektaran di Kp. Cikupa, Desa Sukamanah, Kec. Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu 6 April 2025.

Di lokasi terpisah, satu unit rumah milik Odik warga Kp. Dawuan RT 03/11 Ds. Sukamanah, Kec. Rongga terkena longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) KBB, Medi memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Banjir akibat hujan deras antara pukul 15.00-16.30. Irigasi sempit tidak bisa menampung debit air yang tinggi,” kata Medi.

Selanjutnya, sebut Medi, untuk pendataan pemilik sawah yang terendam banjir dilakukan oleh Pemerintah Desa Sukamanah dan PPL Pertanian.

Kepala Desa Sukamanah, Jajang Kurniawan mengatakan, salah satu rumah milik warganya yakni Odik di Kampung Dawuan RT 03 RW 11 mengalami kerusakan cukup serius akibat longsor yang terjadi di belakang rumahnya. “Tanah menimpa bagian belakang bangunan dan menyebabkan lumpur masuk ke dalam rumah,” ujar Jajang.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material yang dialami warga cukup besar. Selain kerusakan pada rumah, sawah-sawah milik warga di beberapa RW turut terendam akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan.

Luapan air sungai menyebabkan banjir di empat RW, yaitu RW 11, 12, 13, dan 14. Sawah-sawah masyarakat terendam dan yang paling fatal adalah kemungkinan gagal panen.

Bersama pihak Muspika Kecamatan Rongga, Jajang turut meninjau langsung lokasi terdampak di tengah hujan lebat. Ia juga telah melaporkan kejadian ini kepada BPBD dan Camat Rongga, serta menjadwalkan kunjungan lanjutan ke lokasi pada esok hari.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD. Besok dijadwalkan akan ada tinjauan bersama Pak Camat. Kalau air sudah mulai surut, kami bisa menghitung total kerugian dan luas sawah yang gagal panen,” tuturnya.

Menurut data sementara yang diperoleh dari warga, diperkirakan sekitar 4 hektare sawah mengalami gagal panen. Namun jumlah tersebut masih bisa bertambah. Salah satu petani bahkan mengaku sawah pribadinya seluas 4.000 meter persegi atau sekitar 10 gawang sudah tidak bisa diselamatkan.

“Kami masih melakukan pendataan ulang melalui grup WhatsApp RW untuk memastikan jumlah kerugian yang lebih konkret,” kata Jajang.

Tak hanya permukiman dan area pertanian, infrastruktur jalan pun terdampak. Di wilayah perbukitan Desa Sukamanah, tepatnya di RW 09, longsor memutus jalan penghubung ke RW 10 sehingga mengganggu aktivitas warga.

“Kami akan terus memantau kondisi ini. Kami juga berharap ada perhatian serius dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya untuk warga yang mengalami kerugian akibat gagal panen,” pungkas Jajang.

Tokoh masyarakat, Haris Forsa berharap, ada tindakan penanganan penanggulangan banjir oleh Pemkab Bandung Barat. “Jika hujan deras peristiwa banjir tidak terulang kembali dan kejadian ini baru kali pertama terjadi di sini,” kata Haris. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *