Aksi Pecah Kaca Mobil Marak di Cimahi, Waspada..!

 

 CIMAHI – Polsek Cimahi soroti tindak kriminal pecah kaca. Terlebih, hingga pertengahan bulan juli 2018 ini sudah tercatat sebanyak lima kasus. Empat diantaranya pencurian kendaraan bermotor dan satu lainnya pencurian dengan pemberatan dengan cara memecah kaca mobil.

Menurut Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto, kasus pencurian kendaraan bermotor, khususnya roda dua dan kasus curat metode pecah kaca saat ini sedang dalam tahap lidik anggotanya. Sebetulnya, potensi kasus Curat Curanmor dan Curas (3C) itu bisa terjadi di mana saja. Namun kuantitasnya bisa tinggi dan bisa juga rendah.

“Saat ini anggota sedang lakukan lidik dan tetap bekerja penuh. Agar semuanya bisa segera terungkap,” ungkap Indarto, Kamis (12/7/2018).

Sejauh ini, lanjut dia, ada beberapa daerah di wilayah hukum Polsek Cimahi yang perlu mendapatkan perhatian khusus, diantaranya daerah Cipageran yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, serta Pasir Kaliki yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung.

“Jalur perbatasan ini, dianggap memudahkan para pelaku tindak kriminal untuk melarikan diri. Sehingga, kita akan persempitv lagi ruang geraknya,” ucapnya.

Cakupan wilayah pengamanan Polsek Cimahi sendiri sangat luas, dengan membawahi 10 kelurahan dan  2 kecamatan, maka sedikitnya 200 RW harus menjadi pengawsannya. Sementara itu, Polsek Cimahi sendiri hanya memiliki 71 personel untuk mengamankan semua wilayah tersebut.

Menurutnya, dengan jumlah tersebut sangat tidak ideal. Ia mencontohkan, tim serse Polsek Cimahi hanya terdiri dari dua orang, sementara ideaalnya untuk dua kecamatan empat sampai lima orang anggota. “Idealnya untuk dua kecamatan, lebih dari 100 personel. Terutama untuk wilayah perbatasan,” tuturnya,

Tidak hanya itu dalam hal pengamanan, selain wilayah perbatasan seperti Cipageran dan Pasir Kaliki yang perlu mendapatkan perhatian khusus, titik keramaian  di pusat yakni  Cimahi Tengah, tetap menjadi atensi.

“Upayanya, anggota bhabinkamtibmas di siagakan untuk melakukan pengawasan pengamanan. Sebab titik keramaian seperti Alun-alun Cimahi sangat rawan terjadi tindakan kejahatan jalanan,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *