NGAMPARAH– Salah seorang pendiri Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tergabung dalam Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB), Asep Suhardi atau yang biasa akrab dipanggil Mang Ado langsung menanggapi perkataan Sekda KBB Asep Sodikin.
Menurut Ado, sekda sebagai jabatan tertinggi di ASN pasti mengetahui tujuan dan maksud putra – putra daerah KBB yang sedang mencari penegakkan keadilan, kasus operasi tangakap tangan (OTT) penerima dan pemberi mantan Bupati KBB, Abubakar. “Saya akan sangat berterima kasih kepada Sekda KBB Asep Sodikin apabila mensuport elemen masyarakat yang akan mempertanyakan kelanjutan kasus OTT di KBB. Saya berkeyakinan Sekda KBB akan mendukung element masyarakat yang akan berangkat ke gedung merah putih di Jalan Kuningan Jakarta,” ungkapanya, Jumat (10/5/2019)
Menurut Ado, gerakan masyarakat ke KPK sejalan dengan visi misi Bandung Barat lumpaaat.
Dikonfirmasi, Sekda Bandung Barat, Asep Sodikin menanggapi dingin terkait desakan 14 kadis KBB yang pernah bersaksi dalam sidang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dibersihkan jelang rotasi mutasi. “Jangan terlalu dibesar-besarkan berita itu, saya tahu kok maksud dan tujuannya,” ujarnya, Kamis (9/5/2019).
Tanpa banyak komentar, Asep meminta kepada media untuk bisa menyuguhkan pemberitaan yang berkaitan dengan pembangunan KBB. “Lebih baik memberitakan rencana kerja ke depan pak bupati dengan program-programnya,” minta Asep.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, jika seseorang bebas menyampaikan pendapat terkait rotasi mutasi. “Bagi saya itu haknya silakan saja, dan yang terpenting buat saya bekerja siap ditempatkan di mana saja,” tuturnya.
Sedangkan salah satu Kepala Seksi di dinas KBB menyarankan, agar pengangkatan jabatan jelang rotasi mutasi mesti berdasarkan penilaian kinerja bukan ke dekatan. “Lamun ngadu kinerja hayu. Tapi lamun pake anu aneh kajen bedo,” kata salah satu kepala seksi di dinas KBB menanggapi rotasi dan mutasi itu. ****
Copyright secured by Digiprove 
