Panen Raya Padi di Desa Selacau Batujajar, Hektaran Sawah Cikupa Sukamanah Rongga Malah Terancam Gagal Panen Terendam Banjir

RAGAM DAERAH–Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan komitmennya untuk swasembada pangan nasional dengan mengikuti Panen Raya Padi Serentak di 14 provinsi bersama Presiden RI, Prabowo Subianto, Senin, 7 April 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Kelompok Tani Anugrah, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar,  membuahkan hasil panen melimpah dari lahan seluas 20 hektare dengan hamparan 50 hektare.

Panen raya ini memanfaatkan varietas padi Inpari NutriZinc, sebuah varietas biofortifikasi dengan kandungan gizi tinggi. Penggunaan varietas unggul ini bertujuan meningkatkan kualitas hasil panen dan berperan penting dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bandung Barat.

Kendati begitu, di tengah kegembiraan panen raya, lain lagi dialami para petani Kp. Cikupa, Desa Sukamanah, Kec. Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sawah kurang lebih 4 haktare harus terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi, Minggu 6 April 2025.

Baca juga berita berjudul: “Banjir dan Longsor Terjang Kampung Cikupa Sukamanah Rongga, Hektaran Sawah Terancam Gagal Panen”.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menyatakan optimismenya terhadap kontribusi daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Dengan potensi luas baku sawah mencapai 18.351 hektare, Kabupaten Bandung Barat siap menjadi penyangga penting kebutuhan beras nasional,” tegas Jeje.

Tahun 2024, Kabupaten Bandung Barat berhasil memanen 289.395 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari lahan sawah seluas 43.766 hektare dengan produktivitas rata-rata 66 kwintal per hektare. Untuk tahun 2025, target produksi GKP ditetapkan sebesar 280.582 ton.

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan daerah kepada Kelompok Tani Anugrah, berupa penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti cultivator dan traktor tangan, perbaikan saluran irigasi tersier, serta sarana produksi pertanian (saprodi) yang meliputi benih unggul biofortifikasi, pupuk, pestisida organik, dan pupuk organik cair (POC).

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga menjalankan Program Serap Gabah sejak 22 Februari hingga 6 April 2025.  Program ini telah berhasil menyerap 684.007 ton gabah dari berbagai kecamatan, termasuk Desa Selacau.

“Tujuannya adalah untuk menjamin harga jual gabah petani, menstabilkan harga pasar mendukung cadangan beras pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Jeje.

Menurut Jeje, Panen Raya di Desa Selacau menjadi bukti nyata kolaborasi yang sukses antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani.

“Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mengatasi masalah gizi buruk,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *