
CIMAHI– Mahasiswa National University of Singapore kepincut menjadikan Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi percontohan.
PAB dijadikan salah satu model pasar tradisional yang menerapkan protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat. Selain mewajibkan mengenakan masker kepada pedagang dan pengunjung, pengecekan suhu tubuh, juga disediakan alat cuci tangan di setiap sudut pasar yang dilalui masyarakat.
Kegiatan perkuliahan dengan Mahasiswa National University of Singapore secara zoom meeting, PAB dijadikan percontohan pasar yang menerapkan protokoler kesehatan (Prokes) secara konsisten yang dipandu oleh Lik Gayantini Ari Sociopreneur/Business Mentor, Kamis (2/9/2021).
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Dadan Dermawan mengatakan, pihaknya merasa terbantu dengan PAB dijadikan model percontohan pasar yang menerapkan prokes ketat Covid-19 secara konsisten. “Ini juga bagian promosi bahwa PAB konsisten menerapkan prokes Covid-19,” sebutnya.
Model percontohan ini, kata Dadan, langsung disosialisasikan kepada masyarakat agar jangan khawatir berbelanja ke pasar yang kerap disebut sebagai salah satu tempat penyebaran Covid-19. “Setidaknya juga dengan model percontohan ini minat masyarakat belanja ke pasar di tengah Covid-19 jadi tumbuh,” ungkapnya.
Selama pandemi, minat masyarakat belanja ke pasar mengalami penurunan sehingga diperlukan sosialisasi agar tidak takut belanja ke pasar selama mengikuti protokoler kesehatan Covid-19. ***
