1.111 Calhaj KBB Lunasi BPIH

RAGAM DAERAH–1.111 calon jamaah haji asal KBB telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH)
dari kuota 1.147 di hari terakhir pelunasan 2023 ini.

Banyak faktornya. Selain calon jemaah haji yang meninggal, imbas ekonomi pasca Pemerintahan Indonesia menaikan BPIH yang semula Rp 39,8 juta pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp 90 juta diĀ  2023.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh pada Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Fuad Lutfi mengatakan, KBB mendapatkan kuota 1.147 calon jemaah haji namun, hingga hari terakhir pelunasan, hanya 1.111 saja yang telah melunasi BPIH 2023.

“1.111 itu terdiri dari kuota pelunasan murni, pelunasan kuota lansia, serta pelunasan kuota cadangan. Jadi ada 36 orang yang belum melunasi sampai hari terakhir (pelunasan BPIH) ini,” ungkap Fuad, Jumat (19/5).

Diterangkan Fuad, batas waktu pelunasan BPIH tahun 2023 jatuh pada hari Jumat, 19 Mei 2023. Dimana, batas waktu tersebut diputuskan setelah adanya perpanjangan waktu pelunasan BPIH sebanyak dua kali.

“Batas waktunya hari ini, jika tidak akan dinyatakan gugur berangkat ditahun ini, tapi kalau ada perubahan kebijakan, Wallahu alam,” ujarnya.

Sehubungan belum adanya pelunasan BPIH dari 36 calon jemaah haji tahun 2023, dia menuturkan, pihak Kemenag KBB telah berkoordinasi dengan KBIHU se-KBB serta para Kepala KUA untuk mengidentifikasi calon jemaah haji yang belum bisa melunasi BPIH tahun 2023.

“Kita kerjasama juga dengan penyuluh, datang ke alamat yang bersangkutan. Ada banyak masalah ternyata tapi secara umum (terkendala) masalah ekonomi,” terangnya.

Dibeberkan Fuad, batalnya pemberangkatan calon jemaah haji di tahun 2023 ini juga disebabkan faktor lain seperti, keinginan masyarakat untuk berangkat bersama dengan keluarganya sehingga menunggu kuota pemberangkatan di tahun 2024 nanti.

“Faktor lain gagal berangkat di tahun ini karena ada calon jemaah yang meninggal, sakit. Ada juga, suaminya yang bisa berangkat tapi istrinya belum dapat kuota sehingga menunda berangkat,” tukasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *