PADALARANG– Selang beberapa hari tidak diangkut, keberadaan sampah Pasar Tagog Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai 15 ton. Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, terpaksa menggunakan backhoe untuk mengekesekusi sampah yang menggunung itu, Rabu (18/12/2019).
“Ini lagi eksekusi diperkirakan capai satu kontener estimasi 5 ton. Jika pengangkutan 3 rit total tonase yang di buang 15 ton,” ujar Staf Pelaksana UPT Kebersihan pada Dinas LH KBB, Rudi Kuntadi.
Rudi mengatakan, rata-rata sampah di Pasar Tagog Padalarang bisa mencapai 5 ton seharinya. “Dengan biaya operasional 35 liter bahan bakar solar/rit atau Rp 180.250.00,” sebutnya.
Seperti diketahui, sampah di Pasar Tagog Padalarang dibiarkan teronggok menggunung di tepi jalan tampat pembuangan sampah (TPS) di sana. Situasi musim penghujan ini, karuan saja bau menyengat di tambah lalat tak terelakan lagi membuat warga, pedagang dan pengguna jalan protes. “Warga Pos Wetan, Pos Kulon saama Gembol tos lieur ku bauna sampah. Di hari Minggu sampai sekarang belum di tarik,” kata Lili warga Padalarang kepada redaksi, Rabu (18/12/2019). (wie)
editor M Bowie
2019-12-18

