
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD KBB, Deniswara saat menunjukkan pagar warga yang roboh dihantam mobil proyek jalan.
BATUJAJAR- Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD KBB, Deniswara gerah. Pelaksanaan proyek jalan di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah merobohkan pagar warga oleh truk penganggut material untuk kebutuhan proyek tersebut. “Sekarang pekerjaan sudah mencapai 90%, akan tetapi dari awal terjadinya kerusakan tersebut pihak pelaksana hanya berjanji dan berjanji akan memperbaikinya, namun sampai sekarang tidak terealisasi,” ujar Deniswara.
Pihak warga yang dirugikan protes, dan apabila belum teralisasi juga, maka warga akan mengadukannya kepada instansi terkait karena dianggap tidak ada itikad baik untuk memperbaikinya. “Saya berharap sebelum ada reaksi yang menimbulkan ketidak nyamanan terhadap penyelenggara anggaran pembangunan tersebut dari pihak warga alangkah baiknya pihak instansi terkait untuk segera mengambil tindakan terhadap pelaksana agar kejadian tersebut tidak terulang lagi untuk daerah lain,” tuturnya. Menurut Deniswara, apabila permasalahan itu tidak segara dintindak lanjuti instansi terkait berimbas kepada masa depan pembangunan infrastruktur di KBB. “Mungkin akan lebih berbondong lagi para pelaksana/pemborong yang punya kebiasaan tersebut ke KBB karena mereka akan menganggap tempat yang aman adalah di KBB akan tetap kita harus sadar bahwa masyarakat KBB lah yang akan jadi korbannya,” tegas Deniswara.
Deniswara mengaku miris, kontraktor besar di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar itu mengangap sepele persoalan itu. “Mereka (pemborong, red) menyebutkan, bahwa hanya punya tenaga kasar dan tidak punya pegawai untuk memperbaiki pagar sehingga menawarkan kompensasi jauh dari sesuai dengan kerusakan yang ada,” katanya.
Menurut pemilik pagar itu, kata Deniswara pihak pemborong hanya menawarkan kompensasi Rp 300 ribu buat beli pasir saja jauh dari cukup. “Apa tidak ada cara lain untuk memperbaiki kerusakan itu dengan alasan tidak punya pegawai untuk memperbaikinya atau tirak punya itikad baik/tidak mau rugi dengan mencari pegawai dan memperbaikinya,” tuturnya. Padahal di daerah sekitar banyak sekali pegawai di dibidangnya yang bisa dikaryakan. Pihak yang dirugikan menginginkan pagarnya berdiri seperti semula. “Bukannya diberi kompensasi yang sangat melecehkan pemilik pagar dan yang jelas pemilik tidak menginginkan kompensasi tersebut. Kami mohon agar semua pihak ikut mendesak terhadap pengusaha yang semena-mena itu,” kata Denis. Bila perlu, lanjut Denis, sebelum ada perbaikan akibat kerusakan proyek tersebut dilaksanakan, jangan dulu berjalan sebelum kerusakan terlebih dahulu diperbaiki. “Kita dari unsur masyarakat akan ikut terjun ke jalan untuk menghentikannya dan atau melaporkannya terhadap pihak-pihak yang terkait,” tandasnya.
Masyarakat minta Komisi III DPRD KBB serta dinas terkait agar segera melakukan inpeksi mendadak (Sidak) menindak lanjuti persoalan tersebut. (***)
Copyright secured by Digiprove 