UMKM KBB Kebanjiran Order 75 Ribu Masker dari Bupati Umbara

NGAMPRAH- Saat ekonomi lesu dampak pandemik Covid-19, justru bagi Forum Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi berkah. Bagaimana tidak, Pemerintah KBB memesan 75.000 masker yang akan dibagi-bagikan ke masyarakat. Ribuan masker itu diproduksi para pelaku usaha konfeksi yang tergabung pada Forum UMKM KBB.

“Alhamdulillah, kita dipercaya untuk membuat masker itu. Tidak tanggung-tanggung jumlah pesanannya mencapai 75.000 buah,” ujar Ketua Forum UMKM KBB Prana Azis Sasdara (45) pada wartawan, Rabu (15/4/2020) di Kampung Ngamprah Kidul RT 01/02 Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah KBB.

Bagi UMKM, mendapat pesanan tersebut ibarat ketiban durian runtuh.  Sejak pandemik Covid-19, usaha konfeksipun anjlok karena pesanan produksi berkurang. Otomatis pendapatan karyawannya ikut seret juga.

Setelah mendapatkan pesanan produksi masker dari Pemkab Bandung Barat, pendapatan para karyawan lumayan besar. Menurut Prana, jika pada kondisi normal, para tukang jahitnya rata-rata hanya mendapat upah Rp 600 ribu/minggu. Nah saat menjahit masker berlipat antara Rp1,5-Rp2 juta/ minggu.

Keuntungan lainpun dirasakan karyawan lainnya yang bertugas menyetrika dan bagian packing. Untuk tukang menyetrika sekarang bisa kebagian upah Rp200-Rp300 ribu/ minggu.

“Bagi kita sendiri sebagai pelaku usaha yang bergerak di bidang konfeksi, tidak terlalu memperhitungkan keuntungan. Cukup bisa membayar upah mereka saja, bahagianya bukan main,” ujar Prana.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bandung Barat yang peduli terhadap nasib UMKM. Berkat pesanan masker itu, peluang usahanya kian terbuka lebar karena mulai banyak pesanan dari daerah lain.

“Saya mewakili UMKM mengucapkan terima kasih pada Pak Bupati yang sudah memberikan order pada kita. Memang luar biasa bupati kita ini sangat peduli pada UMKM, ” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk mengerjakan order tersebut dibantu 35 orang dengan sistem pengerjaannya di sebar di lima tempat di luar Kecamatan Ngamprah seperti di Kecamatan Cihampelas, Cililin, Cipatat, dan Cikalongwetan.

Selain kebanjiran order masker, UMKM juga mendapat pesanan Alat Pelindung Diri (APD). Untuk APD produksi dipusatkan di Padalarang tapi pengerjaannya di Cipeundeuy, Gununghalu, dan Batujajar pusat.

“Sebelumnya kita ikut TOT (traning of trainer) dulu pembuatan APD. Karena kita harus ada standarisasi seperti bahan yang dipakai itu non water prouf atau minimal micro faiber seperti itu,” jelas Prana yang kesehariannya memproduksi berbagai pakaian seragam.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas UMKM dan Koperasi KBB, Wewen Sarwendah mengatakan, pemesanan masker diberikan ke UMKM atas insiatif Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. Ia menyatakan lega karena order itu jatuhnya ke UMKM, yang saat ini kondisi usahanya sedang melemah.

“Mulanya saya bingung pesanan yang segitu banyak, apakah bisa dikerjakan sama UMKM atau tidak. Karena menyangkut modal dan hal lainnya,” ungkap Wewen.

Namun ketika bupati menyediakan modal sebesar Rp80 juta, kebingunganpun bisa terpecahkan. Ternyata pesanan sebanyak itu, bisa rampung juga. “Saya nggak tahu, darimana dulu bapak uangnya. Tapi yang jelas mereka bisa langsung produksi. Uang itulah yang digolangin,” bebernya. (***/wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *