RAGAM DAERAH-Beberapa waktu lalu, Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif berkirim surat kepada Direktur Dafdukcapil, Akhmad Sudirman Tavipiyono.
“Alhamdulillah setelah kita diskusi saya menyepakati bersama dengan dukcapil provinsi juga Kabupaten Bandung Barat bahwa kita dikasih sekian waktu untuk menyelesaikan sampai 10 Febuari,” kata Arsan Latif disela pemantauan Perekapan E-KTP di Desa Tagogapu dan Cempaka Mekar Kecamatan Padalarang, Rabu 31 Januari 2023.
Pukul 10.00, orang nomor satu di KBB ini tiba bersama rombongan. 10 hari ke depan KBBÂ harus bisa menyelesaikan 170 jiwa perekaman E-KTP perharinya.
“Kenapa begitu? Karena kita ini memastikan semua yang punya hak pemilih pemula bisa terakomodir atau terekam sebelum H-3 pelaksanaan pileg,” katanya.
Bagaimana upaya untuk mencapai itu? Arsan mengatakan, sudah penyediaan alat perekam lima unit tambahan dan sekarang sudah dipakai semua.
“Hari ini saya ingin memastikan betul, kepada tempat ini per kecamatan itu minimal harus terekam secara keseluruhan per kecematan dibagi-bagi,” katanya.
Untuk Kecamatan Padalarang, berdasarkan data harus selesai 1500 jiwa perekaman E-KTP, berarti harus selesai 150 per harinya.
“Makanya hari Senin (29/1/2024) saya genjot lagi tuh untuk mengakomodir, barusan saya minta mulai besok dibukanya pagi dari jam 7 untuk memberikan kesempatan pada masyarakat menyesuaikan waktunya termasuk anak muda,” tutur Arsan.
Pj Bupati bersama dengan Kapolsek dan Danramil menjemput mahasiswa pemilih pemula untuk sempel perekaman E-KTP. “Insya Allah hari Senin besok (5/2/2024) juga saya minta ada surat dri Pak Camat untuk memerintahkan ke semua sekolah, karena menjadi kewajiban dan hak mereka untuk kumpul di satu tempat nanti ada tempatnya disesuaikan,” kata Arsan.
Ada tiga SMA yang ada di Padalarang, pemilih pemula akan dikumpul di satu tempat untuk dituntaskan perekeman E-KTP nanti. “Sampai malam juga gak apa-apa,” sebut Arsan.
Karena ini program nasional dan ini masalah pemilihan pemimpin, sebut Arsan, adalah masalah hak suara. “Maka jangan sampai ada suara yang tidak terekap,” katanya lagi.
Ada kendala jaringan?
Arsan mengatakan, Diskominfo sudah mengupayakan untuk mengcek terus. “Gunakan alternatif jangan sampai hanya gara-gara sinyal jadi kendala. Jadi Diskominfo itu kerja terus menyiapkan alternatifnya. Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kendala seperti itu,” pungkasnya. ***

