RAGAM DAERAH–Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dikomandoi oleh Sekda Bandung Barat, Ade Zakir harus benar-benar melakukan pengawasan penggunaan APBD pada tahun anggaran ini. “Pelaksanaan anggaran harus benar-benar terawasi per item programnya jelang tahun anggaran baru ini,” ujar Tokoh Bandung Barat, Jajang Solihin, Sabtu 5 April 2025.
Jasol–sapaan akrabnya juga menegaskan, Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail harus ikut mengawasi dalam pelaksanaan penggunaan APBD yang menjadi prioritas program untuk masyarakat. “Jangan sampai kasus korupsi di KBB terulang kembali termasuk persoalan perizinan yang tengah menjadi sorotan gubernur,” ujar salah satu tokoh pemekaran ini.
Pengawasan pengguna anggaran untuk memastikan bahwa anggaran digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan. Yakni, penggunaan anggaran harus transparan dan dapat dipantau oleh pihak yang berwenang juga pengguna anggaran harus bertanggung jawab atas penggunaan anggaran dan harus dapat mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut, penggunaan anggaran harus efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan penggunaan anggaran harus efisien dalam menggunakan sumber daya yang tersedia.
“Dengan melakukan pengawasan pengguna anggaran, bupati dan TAPD dapat memastikan bahwa anggaran digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan,” sebutnya.
Jasol juga mengaku prihatin, Bandung Barat masih banyak persoalan yang mesti dibenahi. Di antaranya persoalan rotasi mustasi (romut) yang berujung ke PTUN. “Persoalan romut jangan sampai ketiga kalinya kembali terjadi di masa Pak Jeje,” katanya.
Jasol juga meminta, bupati bisa memaksimalkan 100 hari kerjanya dengan memaksimalkan anggaran KBB yang surplus saat ini. “Walau surplus saya nitip dalam penggunaannya harus menghindari peluang korupsi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi,” tuturnya. ***

