RONGGA— Komisi II DPRD KBB menyayangkan akses jalan menuju objek wisata Curug Malela di Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, KBB masih sempit. Namun, pembangunan di sana sekarang sudah hampir beres. “Tinjauan kami di lapangan pembangunan hampir 70 persen. Ini sangat luar biasa potensinya sebagai objek wisata andalan KBB ke depan,” ujar Ketua Komisi III DPRD KBB, Sundaya saat meninjau langsung ke lokasi, Selasa (29/10/2019).
Menurut Sundaya, tidak hanya pengembangan kawasan wisata saja ke depannya, namun potensi daerah yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar mesti digali. “Kenapa tidak kopi KBB dijadikan icon di objek wisata Curug Malela juga kafe-kefe kan bisa berdiri, dengan begitu ekonomi masyarakatnya akan meningkat” sebut politisi Gerindra ini.
Di balik kemegahan pembangunan Curug Malela, Sundaya dan tim Komisi II merasa miris dengan akses jalan yang masih sempit hanya cukup satu mobil. Sedangkan bantuan keuangan dari APBD Provinsi Jawa Barat juga pemerintahan pusat sebesar Rp 2,2 miliar hanya pembangunan di sekitar lokasi. “Ya makanya, kepala dinasnya mesti enerjik lagi bagaimana caranya mencari bantuan keuangan untuk memperbaikan jalan,” sebutnya. Akses jalan hanya cukup untuk satu mobil saja, kata Sundaya, jika datang mobil dari arah berlawanan akan terjadi perwis. “Ya mesti diperlebar lagi minimal 5 meter lebarnya. Sekarang hanya, 3,5 meter saja kalau ketemu mobil ya susah melintasnya terpaksa ke bahu jalan,” ungkapnya.
Di lokasi tersebut, Sundaya menyarankan di bangun terminal di daerah perkebunan teh Ronggam Selanjutnya, wisatawan bisa diangkut menggunakan angkutan khusus pariwisata dengan tarif terjangkau. Wisatawan pun menuju titik lokasi Curug Malela mesti berjalan 1 kilo meter dengan medan naik turun. “Untuk pejalan kaki dan kendaraan motor belum di bangun akses jalannya. Ada juga bekas dulu, dan sekarang kondisinya sudah rusak,” sebutnya. *****
Copyright secured by Digiprove 
