Terlintasi Jalur Sutet, Warga Rajamandala Kulon Keluhkan Gatal, Batuk, Flu yang tak Kunjung Sembuh

RAGAMDAERAH— Kabel-kabel ‘raksasa’ Sutet membentang di atas atap rumah warga membawa lebih dari sekadar energi listrik, namun juga kekhawatiran dan dampak dirasakan setiap hari oleh mereka yang tinggal di bawahnya.

Dedi Koswara, warga RW 03 Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menceritakan bahwa sejak jalur sutet melintas di atas kampungnya, ia dan keluarganya sering mengalami gangguan kesehatan. “Gatal, batuk, flu yang tak kunjung sembuh. Bahkan saya sering merasa pusing seperti vertigo,” ujarnya lirih. Ia percaya ini bukan kebetulan radiasi elektromagnetik dari kabel-kabel itu di duga menjadi penyebabnya.

Lebih menyedihkan lagi, hewan ternak milik warga seperti kambing dan ayam ditemukan mati tanpa sebab jelas. “Kalau kita pakai payung di bawah kabel itu, bisa terasa sengatan listrik halus. Bahkan alat tespen bisa mendeteksinya,” tambah Dedi. Ia berharap ada kompensasi dari pihak terkait sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak yang dirasakan warga.

Ujang Sholihin, tetangganya sekaligus perwakilan RW 03, menyuarakan hal senada. Ia menyoroti dampak radiasi pada peralatan rumah tangga. “HP cepat panas, alat elektronik banyak yang rusak. Suara kabel saat hujan bikin resah, seperti ada ancaman yang menggantung di atas kepala,” katanya.

Dari RW 04, Suhendar juga angkat bicara. Menurutnya, kenyamanan hidup seakan hilang sejak Sutet hadir. “Kami hanya ingin hidup normal seperti dulu. Tapi sekarang, hewan ternak kami mati, kesehatan terganggu, dan rasa aman lenyap,” ucapnya.

Dedi, Ujang, dan Suhendar menjadi suara bagi ratusan warga yang menginginkan perubahan. Mereka tidak menolak kemajuan, tapi mereka menuntut perhatian, perlindungan, dan keadilan.

Mereka berharap, jeritan dari Rajamandala Kulon bisa terdengar sampai ke telinga para pengambil kebijakan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *