Sub Terminal Cimindi Habiskan Biaya Rp 800 Juta Mubazir

CIMAHI – Keberadaan sub terminal Cimindi di Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi, mulai ditinggalkan pengemudi angkutan umum. Dibangunnya Sub terminal tersebut, tujuannya agar lalu lintas dikawasan tersebut tidak terhambat oleh angkot yang ngetem dimana saja.

Terminal tipe C yang dibangun pada masa kepemimpinan Atty Suharti awal tahun 2016 itu, sepertinya malah menambah ribet pengemudi angkot ketika, hendak menanikan maupun menurunkan muatannya.

Salah seorang sopir angkot jurusan Cimindi-Cipatik, Yanto (48) mengatakan, apabila mobil harus memutar dulu ke bunderan Cimindi, jelas jalan akan macet karena, banyak penumpang maupun orang yang lalu lalang. Sehingga, otomatis mobil akan terhenti dan tidak bisa langsung jalan. Selain itu, jika penumpang harus berjalan terlebih dahulu ke terminal dari bunderan, bisa memperlambat waktu.

“Kalau nunggu penumpang di terminal mah sepi. Lagian penumpang juga banyak yang gak mau turun di terminal, karena harus jalan lagi kalau mau ke pasar,” ujarnya.

Pantauan di sekitar lokasi terminal Jumat (2/3/2018), hanya bebera angkot saja yang berhenti sambil menunggu penumpang. Itu pun jarak waktu tunggunya tidak lebih dari 5 menit. Para sopir pun lebih memilih nyari muatan di luar ketimbang di dalam terminal.

“Ah saya mah tinggal aja, daripada gak dapat muatan. Saya juga harus ngejar setoran,” ucapnya.

Dengan kondisi seperti ini, akhirnya sebagian sopir pun banyak yang tidak masuk terminal meskipun, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) selalu menegur jika kedapatan ada sopir angkot yang ngetem diluar terminal.

Menurut pernyataan sopir lainnya, Faisal (20), setiap sore sekitar pukul 15.30 wib, hampir semua angkutan umum lebih memilih ngetem di sekitaran Fly Over Cimindi dari pada di terminal.

“Kalau di terminal mah nunggu satu penumpang juga lama. Saya biasa langsung narik penumpang dari bunderan,” tuturnya.

Terminal dengan luas 472 meter persegi itu pun, kini mulai sepi karena, para sopir angkot tidak banyak yang berhenti di terminal. Padahal, untuk membangun terminal tipe C tersebut, Pemerintah Kota Cimahi telah menghabiskan anggaran hingga Rp 840 juta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang mengatakan, luas Terminal Cimindi sebetulnya kurang ideal untuk mengakomodir angkot dari tiga trayek yakni, Cimindi-Nanjung-Cipatik, Cimindi-Cimahi dan Cimindi-Margaasih.

“Jumlah angkotnya sekitar 200 unit. Jadi tidak seimbang kalau semua angkot harus masuk terminal,” ucanya.

Namun demikian, Endang menyebutkan, pihaknya tetap menugaskan anggotanya untuk tetap mengarahkan para sopir angkot untuk masuk ke terminal sebab, jika hal itu dibiarkan jalur Mahar Martanegara arus lalu lintasnya bisa tersendat.

“Agar para sopir tetap terpantau, pihaknya akan memasang cctv di sekitar persimpangan bawah flyover. Sekarang istilahnya masih kucing kucingan,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *