RAGAM DAERAH– Kekuatan baru bakal terjadi jika Edi Rusyandi Bakal Calon Bupati Bandung Barat yang diusung Golkar, bisa melakukan konsolidasi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Seperti diketahui, KIM terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat serta lima partai non parlemen di Pilpres lalu. Namun di Pilkada KBB, hanya Demokrat yang sudah menentukan pilihannya sendiri berkoalisi dengan PKS.
Kesempatan Edi, nampaknya masih terbuka untuk berkoalisi dengan Gerindra dan PAN. Dua partai ini, belum mendeklarasikan jagonya, kendati sudah ada nama calon yang bakal diusungnya.
Soal itu juga, Projo Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong Edi Rusyandi untuk Konsolidasi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk pencalonannya menjadi Bupati Bandung Barat 2024-2029 untuk mengawal Visi dan Program Prabowo Gibran di Kab. Bandung Barat.
“Sebagai sosok muda Kang Edi kami dorong untuk melakukan konsolidasi KIM Plus Pilkada Bandung Barat 2024 untuk kawal visi dan program Prabowo Gibran di Bandung Barat”, kata Ayi Ruhiyat Ketua Projo Kab Bandung Barat.
Selain itu, ungkap Ayi Ruhiyat, sebagai sosok muda Kang Edi diharapkan bisa melakukan perubahan di KBB yang hari ini banyak persoalan.
“Saya merasa yakin Kang Edi akan serius memperbaiki kondisi KBB jauh lebih baik, karena Kang Edi faham persoalan dan telah berani mundur dari DPRD Jabar terpilih di Pileg 2024 karena mengerti dan faham persoalan ada di KBB”, kata Ayi.
“Saya juga merasa yakin jika Kang Edi maju menjadi Calon Bupati Bandung Barat 2024-2029 maka para pemilih Prabowo Gibran akan menentukan pilihannya pada Kang Edi karena visi dan programnya selaras dengan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Gibran.” ungkap Ayi Ruhiyat
Ini tercermin dari hali Survei beberapa lembaga terpercaya menempatkan kang edi rusyandi di posisi teratas.
Apalagi hampir mayoritas warga Bandung Barat menghendaki ada perubahan yang lebih baik, dimana sejak berdirinya Kabupaten Bandung Barat selalu ditimpa persoalan, tak pernah ada Bupati yang selesai sampai akhir jabatannya
Pilkada KBB November mendatang harus jadi momentum bagi warga KBB untuk memilih pemimpin yang mengerti persoalan Bandung Barat, tidak hanya sekedar polpuler
Keinginan dan aspirasi warga Bandung Barat harus direspon oleh partai politik, untuk konsolidasi wujudkan aspirasi warga Bandung Barat”, pungkas Ayi.
Sementara itu, Ketua DPD Projo Jawa Barat Djoni Suherman mengungkapkan, kemenangan Prabowo-Gibran yang di dukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) harus menjadi rujukan untuk bisa diulang di tingkat daerah di Pilkada Bandung Barat.
“Sehingga Projo untuk pilkada serentak akan mendukung calon kepala daerah yang memiliki visi dan program yang selaras dengan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo gibran”, kata Djoni.
Hal senada juga diungkapkan Ketua OKK DPD Projo Jawa Barat Dadi Munardi, visi dan program kepala daerah nanti harus selaras dengan pemerintah pusat. Hal itu agar program Prabowo-Gibran bisa terlaksana dengan baik hingga tingkat daerah.
“Bukan hanya visi dan program yang harus selaras, harapan kami koalisi yang terbentuk di Bandung Barat juga sebisa mungkin partai – partai koalisi Indonesia Maju yang telah menangkan pasangan Prabowo Gibran,” ujar Dadi.
“Jika koalisi Indonesia Maju terbentuk di Bandung Barat dan mencalonkan sosok terbaik untuk kemajuan Bandung Barat kami yakin, para pemilih Prabowo-Gibran di Bandung Barat akan memilih calon dari KIM plus Bandung Barat,” ucap dia.
Bakal Calon Bupati diusung Golkar, Edi Rusyandi mengucapkan terimakasih kepada kawan kawan Projo Jabar dan KBB yang memiliki atensi untuk Pilkada KBB.
“Kita memiliki kesepahaman yang sama bahwa KBB perlu kepemimpinan yang komit dan selaras dengan visi misi dan program presiden terpilih, Bapak Prabowo dan Mas Gibran. Pintu gerbangnya di Pilkada ini,” katanya.
Dengan reputasi yang luar biasa Projo selama ini, dorongan ini menjadi spirit tersendiri bagi Edi untuk memenangkan perhelatan Pilkada Bandung Barat sebagaimana pasangan 02 kemarin di Pilpres. ***

