Setahun Pemerintahan Akur, Rismanto Sebut Umbara-Hengki Tetap Kompak

NGAMPARAH– Ketua DPRD KBB terpilih, Rismanto mengatakan, kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati KBB Aa Umbara-Hengki Kurniawan (Akur) tetap solid untuk membangun Bandung Barat ke arah lebih maju jelang setahun kepemimpinannya. “Sudah sangat bagus mengarah kepada janji-janji politik Akur,” katanya belum lama ini.

Salah satunya adalan janji pembangunan infrastruktur di wilayah selatan KBB. “Program jalan leucir di wilayah selatan akan segera direalisasikan pada tahun depan. Jadi jelas sekali progresnya,” sebutnya.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD KBB, Piter Juandys mengatakan, program ke depan pasangan Akur akan segara terealisasi pada tahun 2020 mendatang. “Sudah nampak progres itu ke arah sana. Kita tunggu saja gebrakannya,” sebutnya.

Sementara itu, setengah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2019 dan 2020 akan digunakan untuk pembangunan insfrastruktur di wilayah selatan. Pembangunan dilakukan mulai dari Kecamatan Cihampelas hingga Kecamatan Rongga. Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan kebijakan itu untuk memenuhi janji politiknya. Menurut dia, Dana pinjaman Rp324 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur pada 2020 akan digunakan untuk membiayai perbaikan infrastruktur jalan yang sebagian besar berada di selatan.

“Saya ingin memenuhi janji politik pada saat kampanye lalu, akan memprioritaskan dan mengoptimalkan pembangunan infrastruktur di wilayah selatan,” ucap Aa saat meninjau peninggian jalan di Cililin, Selasa (10/9/2019). Tahun ini, kata dia, ruas jalan utama di wilayah Cililin yang dibeton dan dilebarkan mencapai panjang 1,2 kilometer dengan lebar 8 meter. Pembetonan dan pelebaran jalan yang dikerjakan ini menggunakan dana APBD 2019.

Sementara di tahun depan, dengan anggaran sebesar Rp 324 miliar, jalan yang  dierbaiki bisa mencapai panjang 70 kilometer. “Kalau hanya mengandalkan APBD, lima tahun pemerintahan saya tidak akan beres. Dengan anggaran Rp 324 miliar, tahun 2020 Insyaallah jalan di Bandung Barat leucir (mulus),” ujarnya.  Menurutnya, baiknya akses jalan bisa menunjang pengembangan sejumlah objek wisata yang akan dibangun. Efek positifnya, hal tersebut bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). “Kalau semua jalan utama leucir,  ke depan tinggal pemeliharaan saja. Anggaran yang dibutuhkan tidak akan sebesar sekarang,” ucapnya. Aa menegaskan. percepatan pembangunan harus dibuktikan dari sekarang. “Kerja nyatalah yang dibutuhkan masyarakat, bukan retoran. Dan saya ingin membuktikan itu,” ungkap dia. ***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *