PADALARANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku kesulitan menangani keberadaan sampah liar. Sebab, selain sulit diketahui sumber sampah, juga keberadaanya hampir ada diseluruh pelosok daerah.
Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Jaka Susila mengatakan, keberadaan sampah liar hampir ada di setiap pelosok desa. Apalagi, diperkotaan terutama di jalan-jalan protokol dan alternatif, sampah liar mudah ditemukan.
“Sampah liar itu sulit dikendalikan karena di setiap desa pasti ada sampah liar. Apalagi jika sampah liar itu bukan termasuk yang kami layani, terutama jika sumber sampahnya tidak diketahui,” kata Jaka, Jumat (20/4/2018).
Dia pun mengaku kesulitan mendata keberadaan sampah liar. Selain banyak juga sampah liar tidak bisa dipastikan titik keberadaanya.
“Seperti di jalan protokol saja, sampah liar itu banyak yang tercecer, terkadang sekarang ada disatu titik besoknya lagi beda titik. Bahkan yang terdata saja itu ada 14 titik mulai dari Jalan Cisarua- Cikole Lembang belum lagi di jalan lain dan pelosok desa,” ungkapnya.
Meski demikian, UPT Kebersihan akan tetap melayani pengangkutan sampah liar itu agar tidak menjadi tumpukan sampah yang dapat menimbulkan permasalahan baru. Dengan menggunakan armada angkutan pengakut sampah liar (APSL) seperti dum truck atau pick up sampah liar itu di angkut.
“Kami tetap melayani, dengan penarikan menggunakan truk jemputan atau pick up. Upaya lainya dengan mengadakan operasi bersih (opsih) di sepanjang jalan protokol,” ungkapnya.
Dia pun berharap, baik masyarakat maupun aparat desa hingga RT bisa memberikan informasi soal keberadaan dan sumber sampah liar tersebut. Hal ini perlu diketahui untuk memudahkan pelayanan pengangkutan sampah.
“Jika sudah tahu suber sampahnya, kami akan segera berkoordinasi dengan aparat setempat. Agar sampah liar itu bisa menjadi pelayanan pengangkutan sampah, sehingga ada PAD yang bisa masuk ke kas daerah,” jelasnya.
Seperti diketahui, keberadaan sampah liar menjadi permasalahan kebersihan di KBB. Terutama jika sampah lair tersebut menjadi tumpukan sampah tepat berada didekat pemukinan warga. Seperti di Jalan Pengragajian Cibogo Lembang, Jalan perumahan Cilame dan masih banyak lainya. (wie)
Copyright secured by Digiprove 