RAGAM DAERAH– Pelaksanaan Pilkada 2024 yang kurang dari 40 hari, memasuki tahapan paling krusial, yaitu mempersiapkan saksi untuk mengawal suara paslon. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (19/10/2024) menggelar training for trainer.
Seluruh manajer saksi tingkat desa hingga kecamatan memenuhi aula DPD PKS Bandung Barat. Atmosfer mengawal suara Dilan terasa bergemuruh. “Kami siap menjaga TPS dan mengamankan suara Dilan,” teriak kader PKS yang akrab dipanggil Mang Latief. Dianologikan di medan pertempuran, saksi PKS siap berdarah-darah mengawal suara Dilan.
Di Pemilihan Bupati Bandung Barat, PKS dan Demokrat mengusung paslon Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirga (Dilan). Berdasarkan survei riset Trus Indonesia, elektablitas paslon nomor urut 1 itu menembus 24,8 persen, dan berpeluang besar memenangkan pemilihan bupati.
Paslon Dilan mengantongi modal pemilih loyal yang lebih besar dibandingkan paslon lain. Masih ada suara 12,3 persen yang belum menentukan. Dilan yakin mampu merebutnya. “Hanya Dilan yang bisa,” ujar Latief memberikan alasan figur Dilan yang bersih dari korupsi.
Sebelumnya, Ketua DPD PKS KBB Acep Hud Salahudin, menegaskan bahwa PKS siap mengerahkan saksi terlatih di setiap tempat pemungutan suara (TPS) untuk memastikan transparansi dan kejujuran dalam proses pemungutan suara. PKS memiliki pengalaman mempersiapkan saksi di berbagai tingkatan, termasuk di TPS, koordinator saksi, dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Peran saksi sangat krusial dalam mengawasi jalannya Pilkada, dan kami optimis saksi kami dapat membantu mencegah kecurangan serta menjaga keamanan proses pemilihan,” ujar Acep saat mendampingi Calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu di Kecamatan Cisarua, beberapa hari lalu. (***)

