
BARU satu dua hari ini muncul pamflet berwarna menarik di medsos bagai fromosi “produk baru” ditujukkan ke khalayak KBB, yang mengungkapkan kesiapan Wabup Bandung Barat, Hengki Kurniawan untuk diundang sebagai saksi nikah dengan embel gratis.
Tentu saja “barang baru” ini bisa membuat “heboh” menurut istilah insan pers. Pro kontra mulai bermunculan. Apabila dipandang dari sudut positif, mungkin hal ini sebagai upaya Hengki Kurniawan melakukan terobosan mengenal lebih jauh masyarkat. KBB. Kita tahu, bahwa beliau ini baru saja menginjakan kakinya di KBB sudah mendapat kehormatan dan kepercayaan masyarat sebagai salah seorang pemimpinnya.
Namun yang perlu dicatat, meskipun hanya sebagai “catatan pinggir” saja, bahwa maksud baik ini akan selalu memunculkan manfaat sekaligus mudharatnya. Dapat dibayangkan, dengan jabatan yang disandangna yang tentu saja memerlukan kosentrasi penuh dan kesibukan luar bisa, sementara dengan cara pemasangan “pamflet” seperti ini tidak menutupkan kemungkinan akan terjadi membludagnya animo masyarkat yang barang tentu tidak semuanya dapat dipenuhi.
Dengan demikian ekses dan opini publik akan selalu menghiasi perjalanan kepemimpinan beliau.
Kalau boleh sedikit memberi semacam “tips” bagi beliau, seyogyanya “niat baik” ini disalurkan melalui komunikasi formal dan non formal dalam konteks pembinaan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan dengan pimpinan wilayah seperti camat dn para ades, bahkan dengan tokoh masyarakat sekalipun, tidak harus melalui pamflet yang bersifat promotif seperti itu.
Wallohu A’lam. Wassalam by Drs H.Djmu Kertbudi, M.Si, Pengamat Pemerintah, Dosen STIA LAN RI Bandung.
Copyright secured by Digiprove 