Ribut Pemagaran Akses Keluar Masuk Tol Cipularang Oleh Jasamarga, Warga Tuntut Dibangun Interchange Walini

RAGAM DAERAH– Kebijakan Jasamarga melakukan pemagaran dan menutup akses keluar masuk Tol Cipularang di Cikalongwetan menimbulkan polemik di masyarakat setempat.

Bagaimana tidak, sejak di tutup akses warga untuk naik transportasi dari sisi jalan tol baik ke arah Bandung maupun Jakarta, menjadikan hambatan bagi warga  masyarakat untuk melaksanakan aktifitas kerja atau usahanya.

Masyarakat menyadari, bahwa aktivitas di tol itu melanggar, tetapi warga merasa tidak ada alternatif lagi untuk melakukan aktifitas kerja maupun usaha selain di sepanjang Jalan Tol Cipularang yang selama ini sudah dimanfaatkan oleh warga.

Saat di hubungi via telepon, salah satu tokoh dan aktivis pemuda KNPI Jawa Barat, Doni Ramlan Effendi membenarkan bahwa sebagian masyarakat di sepanjang Jalan Tol Cipularang sedang ramai membicarakan terkait penutupan akses dari pihak Jasamarga.

Doni menyampaikan bahwa aktivitas warga itu melanggar tetapi harus ada langkah kongkrit dari pihak terkait kususnya pemerintah pusat dan daerah melakukaan kajian dan koordinasi untuk menyelesikan masalah yg sangat pokok di masyarakat.

“Kami bersama warga akan melakukan koordinasi dan audiensi dengan stekholder dan pihak berwenang ( Jasamarga ) untuk mencari solusi dari permasalahan ini,” ujarnya Selasa 5 November 2024.

Doni mengatakan, sudah menyuarakan dari tahun 2012 menagih janji bahwa Interchange Walini harus segera di bangun. “Bahkan menyarankan di bangun terminal kecil agar akses masyarakat terhadap alternatif transportasi umum menjadi mudah,” ungkapnta.

Di hubungi terpisah  pernyataan dari Anggota DPRD Bandung Barat dapil 2 (Cikalongwetan, Cipendeuy dan Cipatat), Fikri Zamzam Noor membenarkan, bahwa akses keluar masuk Tol Cipularang di Cikalongwetan harus segera di bangun karena sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat terhadap kemudahan akses transportasi untuk menunjang aktifitas dan kegiatan usaha warga Cikalongwetan dan sekitarnya.

“Sudah sejak lama Interchange walini hanya isu dan wacana saja, semenjak dibangunnya tol masyarakat Cikalongwetan dan Cipendeuy merasa terisolir karena tidak adanya pintu tol di Cikalongwetan sebagai akses masuk tol,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *