
CIMAHI-Polresta Cimahi memperketat pengamanan di kantor pemerintahan termasuk Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pengamanan dilakukan buntut pengerusakan oknum yang ngamuk di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat jelang Lebaran lalu.
“Pengamanan harus diperketat, karena tindakan perusakan dari berbagai pihak tidak bisa diprediksi,” kata Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana di Mapolresta Cimahi, Jumat (13/7/2018).
Rusdy mengatakan, pengamanan terhadap kantor pemerintahan harus dilakukan karena termasuk dalam objek vital (Obit).
Minimal, lanjut Rusdy, di kantor pemerintahan terdapat kamera CCTV di banyak sudut ruangan, menambah pagar tralis besi, dan penebalan keamanan dalam (kamdal). “Dengan demikian tidak sembarangan orang bisa masuk. Terpenting petugas keamanan dalam,” ujarnya. Rusdy menegaskan akan menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan kekerasan dan perusakan.
Sebelumnya, dua orang pelaku perusakan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya dibekuk polisi. Namun, akibat melawan petugas saat hendak ditangkap, salah seorang pelaku dihadiahi timah panas.
Kedua pelaku yang mengaku anggota Organisasi Masyarakat (ormas) tersebut, yakni IH, dan M.
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana mengatakan, kedua pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya setelah melakukan aksi perusakan Kantor PUPR Kabupaten Bandung Barat pada 8 Juni 2018 lalu. Berdasarkan laporan yang diterima Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, mereka mengancam seluruh karyawan PUPR dengan mengacungkan samurai dengan tujuan ingin mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).
“Mereka maksa minta uang THR. Tapi karena permintaan mereka tidak digubris, keduanya pun langsung melakukan aksi perusakan di kantor. Para karyawan tak berani mencegah pelaku,” kata Rusdy di Mapolreas Cimahi Jalan Amir Machmud, Jumat (13/7). (wie)
Copyright secured by Digiprove 