Pendiri KBB Minta Dewan Tinjau Jalan Sodong Padalarang yang Rusak Parah

RAGAM DAERAH– Mang Ado tokoh pendiri KBB berteriak. Bagaimana tidak, Jalan Kp. Sodong Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tepatnya dari mulai Kecamatan Padalarang hingga Kantor Kandepag tebus ke Jalan Sidomampir rusak parah. “Padahal jalan tersebut jalan hidup alternatif ke Kota Baruparahyangan. Tapi setahu saya sejak jaman Camat Padalarang Almarhum Pak Nyek belum pernah diperbaiki lagi, ya sudah 10 tahun lalu,” kata Mang Ado, Jumat 30 Agustus.

Ado minta pemangku kebijakan agar bisa merasakan rusaknya jalan tersebut saat melintas di sana. “Jangan tutup mata. Silakan rasakan melintas di jalan rusak bagaimana rasanya sakit pinggang, waktu terhambat bahkan hampir setiap hari pengendara motor ti kusruk,” ungkapnya.

Ado sebagai pendiri Bandung Barat, sangat menyesalkan, dengan kondisi jalan yang saban hari dilaluinya rusak parah.  “Saya enggak mau tahu siapa yang tanggung jawab desa atau kabupaten yang jelas fasilitas masyarakat sudah terabaikan,” katanya dengan nada kesal.

Akibat jalan butut yang dibiarkan, Ado malah balik bertanya, kemanakan PAD Kecamatan Padalarang, sebagai salah satu daerah penyumbang PAD terbesar untuk KBB.

“PAD dari Kecamatan Padalarang itu jadi andalan  untuk KBB. Tapi kenapa fasilitasnya terabaikan seperti ini,” ungkap Ado.

Jika pemerintah desa maupun kabupaten tidak mampu memperbaiki jalan tersebut dengan alasan tidak ada anggaran, Ado mengajakan kepada seluruh masyarakat Desa Padalarang, dan Jayamekar untuk bergotongroyong patungan memperbaiki jalan tersebut.

“Kalau Pemdan KBB sudah tidak mampu memperbaiki, Ya kita gotong royong patungan mungkin satu rumah Rp5000. Mudah-mudahan dengan patungan bisa memperbaiki jalan butut  juga menjaga keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Ado juga memberikan pesan khusus kepada dewan asal dapil I yang berdomisili di Kecamatan Padalarang dan Komisi III yang membidangi, harus segara ditinjau kondisi jalan tersebut. “Apakah layak jalan rusak di tengah perkotaan, wilayah yang menghasilkan PAD sangat maksima menopang KBB tapi timbal baliknya seperti ini jangan menunggu rakyat mencibir terhadap pengelolaan keuangan APBD KBB. Saya minta Komisi III meninjau ke lokasi di Kampung Sodong,” pungkasnya. ***

1 Komentar

  1. Sudahdiluncurkn surat kesanggupan dikerjakn dng d cor.namun sayang pihak desa jayamekar dan kepala desa padalarang tdk meninjau kepentingan umum.seperti sarana pendidikan sman2.depag.dan umkm berjenis pengolahan penggilingan pasir.juga pabrik pembuat batu alam/dinding.harus libur selama satu bulan.mereka tdk memikirkn bahwa mata pencaharian andalanya dr bekerja menggiling pasir.sungguh sangat disayangkn sbb pemimpin tdk mempertimbangkan hal trsebut akn diliburkan oleh pihak desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *