Pendataan Keluarga, Ada 400 Ribu Lebih KK di KBB

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada DP2KB P3A Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dra H. R Evy Saefiani. ft istimewa.

NGAMPRAH— Pendataan Keluarga (PK) 2021 akan dimulai pada 1 April 2021 sampai 31 Mei 202 serentak seluruh Indonesia. Pendataan akan dilakukan oleh kader petugas pendata lapangan. Kegiatan ini merupakan program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada DP2KB P3A Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dra H. R Evy Saefiani mengatakan, pihaknya akan mendata sekitar 400 ribu lebih kepala keluarga di 165 desa.

Pendataan pun menggunakan dua metode yakni capi atau komputer dan papi atau langsung. Capaian metode komputer sekitar 30% dari jumlah 400 ribu lebih kepala keluarga (KK).

“Sumber anggaran dari pusat langsung dibayarnya Rp 5000/ KK untuk papi. Rencananya Rp 3500 untuk pendata Rp 1.500 untuk pengentri. Sedangkan yang capi langsung masuk datang ke komputer di bayarnya Rp 4500/kk,” sebut Evy.

Sementara, petugas pendata di KBB ada 5.512 orang kader pendata. Sedangkan kader pendata di tingkat desa disebut super visor dan di tingkat kecamatan ada dua manajer yakni, manajer data dan manajer pengolah data.

“Manajer data ini bertanggung jawab secara keseluruhan pelaksanaan pendataan di tingkat kecamatan. Sedangkan manajer pengolahan data dia bertanggung jawab secara IT,” ungkapnya.

Rencananya juga, kata Evy, pihaknya akan membuat posko pendataan kabupaten hingga tingkat kecamatan.

Namun sebelumnya, sebut Evy, diadakan terlebih dahulu pelatihan dari mulai manajer pengolah, pendata, supervisor sampai pendata. “Selama dua hari pelatihannya didanai langsung BKKBN Rp 50 ribu untuk traspornya,” pungkas Evy. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *