RAGAM DAERAH– Diki Rohandi (45) Kepala Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mempunyai penampilan nyentrik.
Ya, penampilan janggut panjangnya menjadi kades ini mudah dikenali oleh masyarakat.
Usut-punya usut, Diki memelihara jaggutnya hingga panjang tersebut sudah 15 tahun lamanya. “Saya memelihara jenggot sejak menikah di tahun 2009,” kata Diki ditemui wartawan, Jumat 1 Maret 2024.
Diki ternyata punya alasan tersendiri memanjangkan janggutnya itu. Selain Sunah Rasul, Diki mengaku menjaga dirinya dari perbuatan tercela. “Masa sih janggot panjang ngalelaksonan awewe (perempuan, red) era atuh ku janggot (malu sama janggot,red),” kelekar bapak dengan empat anak ini.
Memelihara janggut panjang bagi Diki tidaklah sulit, cukup disampo agar terlihat rapih.
Diki mengaku, ada plus minusnya ketika memelihara janggut. Saat dirinya maju di Pemilihan Kepala Desa Wangunsari, masyarakat lebih mengenalinya. “Oh Bah Diki nu janggotan, masyarakat lebih mengenal saya,” katanya.
Memelihara janggut panjang, Bah Diki–biasa akrab disapa mengatakan, ada stigma negatif dari sebagian masyarakat terhadap dirinya. “Saya disangka anti tahlilan, anti seni budaya karena aliran Islamnya lain. Tapi saya buktikan setiap kegiatan masyarakat seni, budaya dan keagamaan saya selalu hadir,” ungkapnya.
Lantaran janggut panjangnya itu, Diki juga pernah disangka terlibat dalam jaringan terorisme . “Satu dusun pernah menduga saya terlibat jaringan terorisme, tapi saya tabayun dengan tokoh pemuda, alhamdulillah selesai,” tutur pria pituin urang Wangunsari ini.
Diki lahir dari keluarga biasa saja pada umumnya yang tidak memelihara janggut. Pengakuannya, tidak ada keluarganya memelihara jaggutnya hingga panjang. “Angak aneh juga sih kerena bapak, adik saya enggak ada seperti ini,” ungkapnya. ***

