CIMAHIĀ – Salah satu penyebab kemacetan di Kota Cimahi selama ini tak lain adalah sempitnya ruas jalan. Dengan begitu, penumpukan kendaraan pun tak terelakan terutama pada jam tertentu. Sejauh ini, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurai kemacetan di beberapa wilayah. Misalnya, dengan melakukan rekayasa jalur dan memperlebar jalan.
Saat ini, yang menjadi sorotan Pemerintah Kota Cimahi yakni sempitnya ruas jalan di daerah Jalan Baros. Hanya memiliki lebar sekitar 8 meter yang harus dibagi dua, tentunya di area tersebut kerep terjadi penumpukan kendaraan.
Upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Baros, yang lokasinya berada di depan Gerbang Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed) Kota Cimahi akan segera dilakukan pelebaran jalan di titik tersebut.
Titik kemacetan itu diketahui setelah Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi melakukan peninjauan ke lahan Pusdik Armed.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Wilman Sugiansyah mengatakan, peninjauan tersebut untuk melakukan pengukuran lahan yang nantinya akan dihibahkan. Berdasarkan perhitungan dan kajian, tanah milik Pusdik ArmedĀ Ā yang nantinya akan digunakan untuk pelebaran jalan, mencapai 4 meter, dengan panjang mencapai 103 meter. Dengan begitu, ruas Jalan Baros yang akan dilebarkan hanya berukuran 4,6 meter, setelah dilebarkan, maka lebar jalan nantinya jadi 8,6 meter.
āMudah-mudahan ini solusi yang baik untuk mengurai kemacetan,” ujar Wilman, Rabu (25/7/2018).
Untuk melakukan proyek pelebaran jalan tersebut, Pemkot Cimahi memerlukan anggaran sebesar Rp200 juta. Uang sebesar itu nantinya akan digunakan untuk, pembongkaran pagar Pusdik Armed, pembongkaran trotoar, pengerasan, hotmix, dan untuk membuat penunjang jalan lainnya.
Dia menambahkan, dalam pembangunan nanti, khusus pengerasan dan hotmix jalan, pihaknya berharap Provinsi Jawa Barat mau turut ambil bagian, lantaran jalan tersebut berstatus jalan milik provinsi. Item pengerjaannya itu mulai dari pemindahan pagar Pusdik Armed, revitalisasi tanaman oleh DLH, dan penataan pagar oleh DPKP. Pelebaran jalan oleh PUPR, rambu jalan oleh Dishub, semuanya akan ditata kembali. Nanti juga trotoar akan kita buat lagi, drainase ada di bawah trotoar. “Proses pengerjaan fisik rencananya akan dilaksanakan pada awal bulan Agustus,ā katanya.
Agar tidak mengalami kemacetan pada siang hari, lanjut dia, pengerjaan kemungkinan akan dilaksanakan pada malam hari guna menghindari kondisi lalu lintas semakin krodit. Saat ini, proses pengerjaan tahap awal baru sebatas penebangan pohon yang berdiri di atas trotoar.
“Rencana pelaksanaan itu sekitar awal Agustus, mudah-mudahan akhir tahun ini selesai, prediksi 3 bulan pengerjaan. Kita sudah berkoordinasi dengan Dishub dan Satlantas Polres Cimahi untuk rekayasa dan pengaturan lalu lintasnya,” tandasnya.Ā (mon)
Copyright secured by Digiprove 