Panja Sebut Anggaran Tim Medis Covid-19 Tersedot Penyekatan Ruang Isolasi, 11 Tenaga Medis Cipatat Positif Corona

NGAMPRAH— Tim Panja Covid-19 DPRD KBB dari Fraksi PKB, Asep Sudrajat menyayangkan anggaran untuk tim medis penanganan Covid-19 hanya Rp 4 miliar. Sementara anggaran penyekatan ruang isolasi bagi pasien korona Mesjid Assidiq Komplek Pemda KBB cukup besar.

“Kalau berapa besarnya silakan tanya dinas terkait. Yang jelas anggaran penyekatan ruang isolasi di Mesjid Asshidiq lebih besar dari pada anggaran untuk tenaga medis yang hanya Rp 4 miliar,” tutur Asep kepada redaksi, Sabtu (16/5/2020).

Kecilnya anggaran untuk tim medis, berimbas kepada terpaparnya tenaga medis di Puskesmas Cipatat. “Itu karena minimnya APD (Alat Pelindung Diri). Tenaga medis 11 orang positif corona dan masyarakat ada 8 orang yang positif. Itu informasi satu bulan yang lalu,” sebut Agan sapaan akrabnya.

Soal pos anggaran Covid-19, Agan mengatakan, Dinas Kesehatan menerima anggaran untuk penangan covid-19 dikisaran Rp 99 miliar dari total anggaran covid-19 KBB Rp 224 miliar. “Sisanya tersebar di dinas lain yang saya ketahui dikisaran Rp 99 miliar untuk dinkes,” katanya.

Makanya, kata Agan, Panja sepakat dalam rekomendasi keduanya meminta untuk menunda penyekatan ruang isolasi dengan alasan akan menghaburkan anggaran. “Tapi kekeuh dilaksanakan. Rekomendasi panja diabaikan ruang isolasi tetap dibangun padahal maksimalkan saja ruangan di tiga rumah sakit yang jadi rujukan pasien korona,” sebutnya.

Penyekatan ruang isolasi dimulai dari nol pembangunannya dan beberapa fasilitas di dalamnya seperti fasilitas tempat tidur, lemari pakaian, televisi, tempat setrikaan, rak jemuran dan ruangan santai. “Kalau di rumah sakit sudah ada jadi tinggal memaksimalkan saja tidak pemborosan anggaran,” sebutnya.

Ruang isolasi di Mesjid Assidiq ditinjau ulang namun keukeuh dilaksanakan, Panja juga beralasan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Jawa Barat yang akan segera berakhir pada 19 Mei mendatang . “Jadi kemungkinan ini akan menjadi anggaran mubazir karena pasien yang positif terpapar korona sudah diisolasi mandiri di rumahnya masing-masing atau di rumah sakit,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *