
BATUJAJAR– Kampung Cibungur RT 02/ 11, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 07.00 tiba-tiba mencekam
Drama penangkapan SHC (44) dan istrinya yang diduga teroris, anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap Densus 88 anti teror di rumahnya kampung tersebut cukup mencekam.
Saat petugas Densus 88 mengepung rumahnya, SHC sempat melakukan perlawanan kepada petugas dengan menggunakan senjata tajam.
Sekeliling rumah terduga teroris dikepung tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu petugas dari Polres Cimahi.
Salah satu saksi mata, Sutisman (78) membenarkan proses penangkapan tersebut diwarnai perlawanan dari terduga teroris yang ditangkap.
Ia mengaku melihat dengan jelas proses penangkapan terduga teroris yang ditangkap tidak jauh dari rumahnya. Pria paruh baya tersebut mengatakan, ketika sedang duduk di teras rumahnya tiba-tiba ada segerombolan petugas ramai-ramai menangkap SHC di halaman samping rumah saksi.
“Abi nuju di luar, da reuwas langsung abi teh kalebet noong di jendela (Saya lagi di luar kaget langsung masuk rumah liat dari jendel, red). teriakan Allahu Akbar, Allahu Akbar sabaraha kali (berapa kali,red),” kata Sutisman.
Sutisman mengatakan, saat proses penangkapan, terduga teroris terlihat menggenggam pisau dapur di tangannya. Selanjutnya, beberapa petugas berhasil melumpuhkan pelaku dengan cara disergap. “Digabrug tilu tiga petugas (Disergap sama tiga petugas, red). SHC terkapar di taneh (terkapar di tanah,red),” katanya.
Masih kata dia, setelah berhasil dilumpuhkan, selanjutnya SHC langsung dimasukan ke mobil berwarna hitam dan dibawa petugas. (***)
Copyright secured by Digiprove 