CIKALONGWETAN—Masyarakat Kampung Dangdeur R 02/08 Desa Rendeh, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), merasa terganggu dampak proyek pemerintah pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (CIC).

Dampak yang paling terasa yaitu, penuhnya debu di tiap rumah, juga rumah warga kebanyakan retak-retak, akibat getaran dari adanya aktivitas alat berat. “Kami sangat berharap kepada para wakil rakyat untuk dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Kami tidak bisa tidur lelap setiap malam, karena takut dengan bangunan rumah kami ambruk,” keluh Asep GP warga Dangder.

Anggota Komisi III DPRD KBB, Didin Rahmat mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi gabungan di DPRD adanya aduan warga tersebut. Sebab, masalah itu, tidak hanya pembangunannya saja yang berdampak, melainkan juga sosial, dan menyangkut pemerintah setempat. “Kita akan koordinasi dengan pimpinan masalah itu, agar komisi gabungan bisa turun untuk meninjau langsung ke lapangan,” ujar Didin kepada Ragam Daerah, Sabtu (5/10/2019).
Didin mengakui, dampak pembangunan KCI banyak merugikan masyarakat. Terutama debu akibat lalu lalang kendaraan berat masuk lokasi proyek. Selain itu, pihak KCIC tidak melakukan standar oprasional pengerjaaan proyek, seperti membiarkan lokasi pengerjaan dibuka tanpa ditutup, yang berdampak debu berterbangan berimbas kepada kesehatan warga. “Belum lagi rumah-rumah warga sekitar pada rusak akibat getaran dari alat berat, dan ganti rugi yang terkana dampak KCI sangat minim sekali kepada warga,” pungkas Didin yang juga Ketua Fraksi Nasdem Persatuan Indonesia DPRD KBB ini. ****
Copyright secured by Digiprove 
