Mahasiswa Bule Kepincut Kaulinan Lembur

SENSASI: Mahasiswa dari luar negeri saat mencoba permainan kaulinan lembur dalam acara cultire day yang dilaksanakan SMP Daruh Hikan Internasional School (DHIS) di Lembang.

LEMBANG – Sejumlah mahasiswa asing dari 11 negara mengikuti permainan tradisional atau kaulinan lembur dalam acara Culture Day yang di Laksanakan SMP Daruh Hikam International School (DHIS) Lembang. Mahasiswa yang belajar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu dikenalkan sejumlah permainan tradisional khas Indonesia seperti bakiak, egrang, balap karung, balap kalereng, dan kaulinan lainnya.

Salah soerang Mahasiswa asal Kanada, Stepany mengaku senang bisa mengikuti permainan tradisional asal Indonesia. Meski awalnya merasa kesulitan, namun setelah mencoba belajar beberapa kali, akhirnya bisa.

“Sangat cocok dan fine, saya bisa kenal banyak permainan dan banyak orang di sini,” kata Stepany, Kamis (8/3/2018).

Hal senada diungkapkan mahasiswa asal Ukraina, Rut Chaikivska. Ia mengaku senang bisa mengikuti sejumlah permainan tradisional Indonesia ini. Sebab ia dapat mengenal permainan baru seperti bakiak dan egrang.

“Permainan di sini menyenangkan, banyak permainan baru yang saya lihat. Kaya balap sendok kelerang,” ucapnya.

Dia menambahkan, dalam permainan tradisional ini banyak mengandung makna kebersamaan dan gotongroyong dalam memainkanya. Seperti pada permainan bakiak yang harus ada kekompakan para pemainnya yang ada dalam satu tim.

“Kerjasama itu penting pada permainan bakiak. Untuk mencapai finis, semuan pemain harus satu irama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Culture Day DHIS Lembang, Tatang Jaelani mengatakan sejumlah mahasiswa ini berasal dari 11 negara dan 4 benua. Diantaranya, Singapura, Filipina, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Nigeria, Francis, Jerman, Ukraina dan Ajerbaizan.

“Mereka mahasiswa asing yang belajar di UPI, mengambil study bahasa Indonesia. Dalam study nya itu dikenalkan budaya Indonesia salah satunya ka ulinan di lembur,” kata Tatang.

Selain dikenalkan permainan tradisonal khas Indonesia, kepada mereka juga dikenalkan budaya Indonesia lainya seperti baju adat, dan makanan khas masing-masing daerah. Untuk kostum baju adat, pihaknya melibatkan siswa-siswi DHIS

“Sebenarnya kita ingin menunjukan bahwa budaya Indonesia itu sangat beragam, tentunya ini karena banyaknya suku bangsa di nusantara ini,” ujarnya. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *