NGAMPRAH– Kawasan objek wisata Lembang kerap dilanda mancet setiap long weekend. Setidaknya ini menjadi pekerjan rumah (PR) Bupati/Wakil Bupati KBB terpilih, Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan (Akur) lima tahun ke depan.
“Kita memang punya rencana agar akses dari Cikalongwetan itu bisa dibuka menuju Cisarua dan selanjutnya bsa menuju Lembang. Karena ke depan, di Cikalongwetan itu akan menjadi pusat perkotaan dengan adanya Kereta Cepat. Bahkan, pengunjung dari Jakarta juga berpotensi bisa datang ke lokasi wisata Lembang, ini peluang besar,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati baru-baru ini.
Saat ini pihaknya akan mengajukan terlebih dahulu kepada Bappeda dan diharapkan bisa masuk dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) lima tahun ke depan yang akan dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan.
“Kita tahu jalur wisata di Lembang sekarang sudah padat apalagi saat memasuki liburan panjang. Jika dibuka ases jalur baru akan memecahkan solusinya,” katanya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB Samuel Setiadi mengaku, imbas kemacetan di Lembang tiga tahun terakhir ini tamu yang menginap di hotel terus-menerus turun. “Penyebabnya karena kemacetan di Lembang yang sudah luar biasa parah. Mereka banyak yang meng-cancel rencana menginap dan lebih memilih bermalam di jalan,” katanya.
Seperti diketahui, di Bandung Barat, ada enam jalur alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Pertama, kendaraan di jalur tengah bisa mengambil rute dari Pintu Tol Padalarang/Batujajar-Kota Baru Parahyangan-Jalan. GA Manulang-Cipatat-Cianjur. Ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Bandung-Cianjur.
Kedua, dari arah Purwakarta menuju Lembang/Subang, bisa mengambil Jalan Raya Purwakarta-Jalan Stasion-Underpass Padalarang-Cisarua-Parongpong-Lembang-Subang. Jalur ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Tol Purbaleunyi. Sementara dari arah Subang/Lembang menuju Bandung, ada empat jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur utama Jalan Bandung-Lembang. Pertama, melalui Jalan Maribaya-Jalan Mekarwangi-Dago Bandung. Kedua, melalui Jalan Cijeruk-Ciumbuleuit-Bandung. Selanjutnya, juga bisa melalui Jalan Sersan Bajuri-Ledeng-Bandung dan terakhir bisa melalui Parongpong-Jalan Cihanjuang-Cimahi-Bandung.
Sementara, kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, saat libur panjang atau weekend dikeluhkan oleh pengelola hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB. Dalam tiga tahun terakhir kunjungan atau tamu yang hendak menginap ke hotel menurun drastis karena macetnya wilayah Lembang. (wie)
Copyright secured by Digiprove 