Lahan Pertanian Mengering tak Ada Upaya, Tokoh Pemekaran Sebut Salah Penempatan Orang di DKPP

RAGAM DAERAH– Jajang Solihin, 53, petani asal Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya bisa menghela nafas panjang. Bagaimana tidak, musim kemarau ini, dirinya kesulitan untuk bercocok tanam sayuran di ladang yang digarapnya.

Tanah subur menjadi kering karena kurangnya pasokan air. Sayuran yang dia tanam mengering layu dan akhirnya mati karena kurangnya air.

Apalah daya, persedian air saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum dan mencuci.

Dampak kekeringan itu, Jajang terpaksa harus banting setir mencari pekerjaan yang lain. “Sekarang banyak petani yang kehilangan mata pencaharian sejak kekeringan melanda beberapa bulan terakhir ini,” sebut Jajang Warga Komando Desa Jambudipa Kecamatan Cisarua KBB ini, Rabu 27 September 2023.

Lahan di sekitar Cisarua, Lembang dan Parongpong mayoritas lahan pertanian. Para petani tidak bisa berbuat apa-apa saat ini, padahal pertanian menjadi andalan mereka.

Jajang selaku salah seorang Tokoh Pemekaran Bandung Barat mengaku miris dengan kondisi tersebut. Dia menilai, Pemkab Bandung Barat dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tidak ada tindakan untuk mencari solusi agar para petani bisa menghidupi keluarganya melalui bercocok tanam.

“Saya lihat DKPP tidak ada pergerakan sama sekali ketika musim kemaru ini,” katanya.

Tidak adanya pergerakan tersebut Jajang menilai, salah penepatan orang sebagai Kepala DKPP yang kurang memahami masalah pertanian. “Pak Lukman (Kadis DKPP) itu awalnya di Dinas Perhubungan di mutasi ke DKPP sehingga saya menilai tidak adanya pergerakan untuk mengatasi masalah kekeringan yang melanda karena bukan bidangnya apakah karena tidak ada anggaran,” ungkapnya.

Kekeringan pun melanda di beberapa wilayah di KBB. Seperti halnya di Kecamatan Cipatat, Ngamprah dan Padalarang yang sudah sulit mendapat pasokan air bersih.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan puncak musim kemarau kering terjadi pada pertengahan Agustus hingga September dengan intensitas panas yang semakin meningkat.

Fenomena cuaca El Nino masih terjadi. Bahkan semakin memuncak pada Oktober-November. Di sisi lain, Indonesia diuntungkan dengan datangnya musim hujan mulai November. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *